Atlet decathlon Rafer Johnson meninggal pada usia 86 tahun

Atlet decathlon Rafer Johnson meninggal pada usia 86 tahun

(kiri-kanan) Rafer Johnson peraih medali emas Olimpiade 1960 berjabat tangan dengan Eric Garcetti, Mayor Los Angeles dalam upacara penyalaan obor sebelum pertandingan antara Los Angeles Rams dan Washington Redskins di Los Angeles Memorial Coliseum, pada 17 September 2017. (Jayne Kamin-Oncea-USA TODAY Sports)

Jakarta (ANTARA) - Rafer Johnson, atlet decathlon pemegang medali emas Olimpiade 1960, meninggal dunia dalam usia 86 tahun di kediamannya di Los Angeles, Amerika Serikat, hari Rabu waktu setempat.

Kabar kematian tersebut dikonfirmasi oleh Yayasan LA84, lembaga nirlaba yang didirikan Johnson, seperti dilansir Reuters, Kamis.

"Rasa kehilangan kami hanya bisa terbayarkan dengan syukur atas kesempatan kerja sama erat dengan Rafer. Dia mewujudkan Gerakan Olimpiade," kata Peter Ueberroth, CEO Olimpiade Musim Panas 1984 yang memilih Johnson untuk menyalakan obor di acara tersebut.

Baca juga: Yehualaw pecahkan rekor lari half marathon tercepat kedua di dunia

"Ada begitu banyak individu yang tersentuh atas tindakannya yang sangat peduli pada orang lain. Setiap hari kami fokus untuk menghormati warisannya," ujatnya melanjutkan.

Setelah memenangi perak di Olimpiade Melbourne 1956, Johnson mengklaim podium teratas empat tahun kemudian di Olimpiade Roma, dengan meraih emas.

Prestasi tersebut membuat Johnson mendapatkan Penghargan James E. Sullivan dengan kategori sebagai atlet amatir paling berprestasi di Amerika Serikat, serta menempatkan fotonya di sampul majalah Time dan Sport Illustrated.

Baca juga: Diamond League umumkan kalender musim 2021

Johnson adalah olahragawan serba bisa. Dia direkrut oleh Los Angeles Rams NFL sebagai pelari pada tahun 1959 dan bermain bola basket di UCLA di bawah pelatih legendaris John Wooden.

Johnson beralih ke dunia akting setelah karier atletiknya.

Ia sempat ambil bagian dalam film yang dibintangi Elvis Presley berjudul "Wild in the Country", serta film James Bond "License to Kill".

Sepak terjangnya juga tercatat pada tahun 1968, saat mengikuti kampanye kepresidenan John F. Kennedy, Johnson adalah salah satu orang yang menyergap Sirhan Sirhan setelah ia menembak dan membunuh kandidat presiden AS itu.

Baca juga: Tersangkut kasus doping, pemenang Sofia Marathon diskors
Pewarta : Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020