Lebih tinggi dari Jateng, kematian COVID-19 di Kudus 11,03 persen

Lebih tinggi dari Jateng, kematian COVID-19 di Kudus 11,03 persen

Pemakaman dengan standar COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jateng. (FOTO ANTARA/dok)

Kudus, Jateng (ANTARA) -
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kudus menyatakan angka kematian pasien yang terpapar positif COVID-19 di daerah itu hingga kini masih cukup tinggi karena persentasenya mencapai 11,03 persen atau lebih tinggi dibandingkan tingkat Jateng yang hanya 6,49 persen.
 
"Sesuai data per 3 Desember 2020, jumlah kasus kematian akibat COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga kini mencapai 291 kasus atau 11,03 persen dari total kasus terkonfirmasi positif sebanyak 2.637 kasus," kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kudus Andini Aridewi di Kudus, Kamis.
 
Ia mengemukakan bahwa jumlah total kasus positif sebanyak 2.637 kasus setelah ada penambahan kasus baru sebanyak 19 orang.
 
Penambahan kasus baru tersebut berasal dari delapan kecamatan, yakni Kecamatan Kota, Dawe, Gebog, Bae, Kaliwungu, Mejobo, Jekulo, dan Jati.
 
Sementara jumlah pasien COVID-19 yang masih menjalani perawatan sebanyak 96 kasus, sedangkan isolasi sebanyak 154 kasus.
 
Untuk pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh ada penambahan 14 kasus sehingga totalnya menjadi 2.096 kasus atau 79,48 persen dari total kasus terkonfirmasi positif COVID-19.
 
Meskipun angka kematian akibat COVID-19 di Kudus mencapai 11,03 persen, namun Kudus saat ini turun peringkat dari jumlah kasus yang ditemukan menjadi nomor empat di Jateng, setelah sebelumnya berada di urutan kedua setelah Semarang.
 
Posisi kedua ditempati Kabupaten Kendal dengan kasus terkonfirmasi sebanyak 2.759 kasus, disusul Jepara sebanyak 2.692 kasus, demikian Andini Aridewi.

Baca juga: Guru SMP 3 Jekulo Kudus meninggal karena COVID-19 bertambah

Baca juga: BNPB puji kinerja Pemkab Kudus dalam menangani COVID-19

Baca juga: Kabupaten Kudus-Jateng tak mau buru-buru buka sekolah tatap muka

Baca juga: Kudus lakukan pemeriksaan massal pada warga rentan tertular COVID-19
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020