BMKG prediksi cuaca ekstrem masih terjadi hampir seluruh Aceh

BMKG prediksi cuaca ekstrem masih terjadi hampir seluruh Aceh

Dokumentasi - Babinsa TNI Kodim 0103 Aceh Utara membantu evakuasi korban banjir di Desa Hasan Kareung, Blang Mangat, Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (5/12/2020). ANTARA/Rahmad

Banda Aceh (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh memprediksikan cuaca esktrem masih terjadi di sejumlah kabupaten/kota daerah Tanah Rencong hingga beberapa hari kedepan, sehingga warga diminta waspada potensi banjir.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Metereologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Zakaria Ahmad di Aceh Besar, Sabtu, mengatakan adanya belokan angin dan sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Aceh yang dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.

"Kondisi ini dapat mengakibatkan fenomena cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai kilat atau petir pada siang, sore hingga malam hari," kata Zakaria.

Menurut Zakaria, wilayah yang berpotensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang meliputi wilayah Kota Banda Aceh, Sabang dan Aceh Besar.

Selanjutnya, Aceh wilayah Timur seperti Kabupaten Bireuen, Aceh Timur, Pidie Jaya, Pidie, Langsa, Lhokseumawe, Aceh Utara.

Serta kemudian juga wilayah Aceh bagian Tengah seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara. Dan Aceh bagian Barat seperti Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya.

Oleh sebab itu, kata Zakaria, masyarakat Aceh di wilayah Tengah diminta untuk waspada terhadap potensi banjir dan longsor, kemudian Aceh wilayah Timur dan Barat juga waspada terhadap potensi banjir luapan dari daerah aliran sungai.

Adanya belokan angin tersebut, menurut Zakaria, juga dapat berpotensi gelombang laut tinggi di beberapa wilayah perairan Aceh yang mencapai 4 meter, meliputi Selat Malaka Bagian Utara dan Perairan Utara Sabang.

Dalam dua hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir melanda sejumlah wilayah di Aceh seperti Aceh Timur, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Simeulue, dan Subulussalam.

Bahkan, khusus di Aceh Timur tercatat 1.931 jiwa dalam 481 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke rumah tetangga dan mushalla, sedangkan 6.220 KK dari 24.315 jiwa masih bertahan di rumah masing-masing.

Baca juga: BMKG: Banjir masih berpotensi di utara-timur Aceh

Baca juga: BMKG: Barat-selatan dilanda tekanan rendah di tenggara Aceh

Baca juga: Banjir rendam lima kecamatan di Aceh Barat
Pewarta : Khalis Surry
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020