Komisi VI DPR setujui kemitraan ekonomi RI dengan Jepang dan Mozambik

Komisi VI DPR setujui kemitraan ekonomi RI dengan Jepang dan Mozambik

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/12/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Jakarta (ANTARA) - Komisi VI DPR RI menyetujui pengesahan protokol terkait kemitraan ekonomi menyeluruh antara negara-negara ASEAN, termasuk Republik Indonesia, dengan Jepang, serta persetujuan perdagangan prefensial antara pemerintah RI dengan pemerintah Mozambik.

"Komisi VI meminta Mendag untuk menyampaikan rencana aksi tindak lanjut dari Perpes tentang Pengesahan Protokol Pertama Untuk Mengubah Persetujuan Tentang Kemitraan Ekonomi Menyeluruh Antar Negara-Negara Anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan Jepang serta Persetujuan Perdagangan Preferensial antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Mozambik," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal dalam kesimpulan hasil Ruang Rapat Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto, di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Jokowi: Dua pekerjaan ASEAN-Jepang untuk pulihkan ekonomi kawasan

Untuk itu, ujar dia, Komisi VI DPR RI meminta kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mengkoordinasikan dengan instansi atau kementerian lainnya terkait peningkatan kapasitas dan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Hal tersebut, lanjutnya, adalah bertujuan agar SDM yang terdapat di Indonesia juga dapat berkompetisi atau memiliki daya saing dengan negara lain akibat disetujuinya perjanjian kemitraan ekonomi tersebut.

Selain itu Komisi VI DPR RI meminta kepada Kemendag untuk bersinergi dengan kementerian dan lembaga lain untuk meningkatkan kompetensi dan penguatan produk UMKM Indonesia sehingga mampu bersaing di pasar global

Baca juga: Kemitraan RI dinilai perlu fokus ke negara non-tradisional pasca-COVID

Terkait perdagangan internasional, sebelumnya Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mencatat ada 54 perusahaan dengan kategori Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang melakukan ekspor dan berhasil menembus pasar global dengan total nilai mencapai 12,29 juta dolar AS atau setara Rp178,15 miliar.

Saat mendampingi Presiden Joko Widodo dalam acara Pelepasan Ekspor ke Pasar Global Tahun 2020 di Istana Kepresidenan Bogor, Mendag Agus menjelaskan ekspor diikuti oleh total 133 perusahaan terdiri dari 79 perusahaan non-UKM dan 54 perusahaan kategori UKM dengan total 1,64 miliar dolar AS atau setara Rp23,75 triliun.

Agus memaparkan dari 79 perusahaan non-UKM, ada satu perusahaan yang berhasil melakukan ekspor perdananya dengan produk cerutu senilai 86.400 dolar AS atau setara Rp1,25 miliar ke pasar Jepang.

Baca juga: Mendag lepas ekspor produk UKM senilai triliuan rupiah
 
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020