Mentan: Perkuat pertanian dengan pelestarian adat budaya

Mentan: Perkuat pertanian dengan pelestarian adat budaya

Ilustrasi - Seorang wisatawan mancanegara memotret pamandangan sawah di Jatiluwih, Tabanan, Bali, Jumat (18/1). FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana/ed/pd/pri.

Tabanan (ANTARA) - Menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo mengimbau masyarakat untuk memperkuat pertanian dengan menjaga dan melestarikan alam serta adat budaya, seperti di objek wisata Jatiluwih Tabanan, Bali, yang dikenal sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Saat mengunjungi objek wisata Jatiluwih, Tabanan, dengan menggunakan motor trail, Jumat sore, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pun mengelilingi hamparan sawah di objek wisata tersebut.

Sambil berkeliling, Menteri tak segan menyapa para petani yang sedang melakukan aktivitas membajak sawah.

Baca juga: Kunjungi Agrowisata Jatiluwih, Mentan dorong budidaya mina padi

"Sebagai destinasi wisata terbaik di Kabupaten Tabanan yang dikenal sebagai salah satu warisan budaya dunia, perlu pelestarian budaya di objek wisata ini," katanya.

Menurut dia, melihat Pulau Dewata Bali melalui keindahan objek wisata itu perlu didorong dengan memperkuat adat dan budaya yang kental.

"Secara tradisional, hal itu sudah menyatu dengan pertanian di Bali. Dengan menyatunya unsur pertanian yang sudah dikembangkan di Bali, ini harus menjadi contoh yang kuat bagi daerah lain di luar Pulau Bali, untuk meniru cara Bali dalam mengelola sektor pertaniannya," kata Yasin Limpo.

Baca juga: Mentan: Nilai ekspor pertanian Rp359,5 triliun selama COVID-19

Untuk mempercantik objek wisata ini tidak hanya memperlihatkan pemandangan hamparan sawahnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menambahkan perlu mengembangbiakan budidaya ikan sehingga budidaya "mina padi" dapat dikembangkan di destinasi ini.

"Juga perlu mendorong pemeliharaan Sapi Bali, mengingat potensi sapi di sawah Jatiliwuh masih digunakan membajak sawah," katanya.
 
Pewarta : Naufal Fikri Yusuf/Pande Yudha
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020