Proses "ducting" kabel udara simpang Tugu Yogyakarta rampung

Proses

Dokumentasi - Pekerjaan revitalisasi simpang Tugu Yogyakarta, 7 Desember 2020. ANTARA/Eka AR.

Yogyakarta (ANTARA) - Proses “ducting” atau menanam kabel udara, baik kabel listrik maupun serat optik di sekitar simpang Tugu Kota Yogyakarta telah rampung, tinggal menyisakan pekerjaan pemindahan tiang penerangan jalan umum dan tiang serat optik yang tidak lagi terpakai.

“Seluruh kabel listrik dan serat optik di sekitar simpang Tugu sudah bersih semua sudah masuk “ducting”. Tidak ada lagi kabel udara yang melintang,” kata Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Umi Akhsanti di Yogyakarta, Senin.

Meski demikian, lanjut dia, masih ada sekitar empat tiang penerangan jalan umum (PJU) yang harus dicabut dan dipindahkan karena tidak lagi terpakai. Pekerjaan pemindahan tiang PJU yang tidak lagi terpakai tersebut ditargetkan selesai pada Selasa (15/12).

Selain itu, lanjut Umi, sejumlah provider telepon selular masih melakukan pembersihan tiang dan kabel serat optik yang juga tidak terpakai. “Masih ada sedikit kabel serat optik yang tersisa di pojok-pojok simpang Tugu. Provider sedang membersihkan kabel yang tidak terpakai itu,” katanya.

Ia pun optimistis, pekerjaan penataan simpang Tugu Yogyakarta dapat selesai tepat waktu pada 17 Desember.

“Dalam waktu tiga hari ini, tersisa pekerjaan finishing dan sekaligus membersihkan kawasan,” katanya.

Sementara itu, untuk pekerjaan penataan pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman dari Jembatan Gondolayu ke arah simpang Tugu Yogyakarta juga hampir rampung yaitu mencapai sekitar 90 persen.

“Sesuai kontrak, pekerjaan berakhir pada 23 Desember. Sekarang memang terlihat berantakan karena ada banyak pekerjaan yang dilakukan bersamaan,” katanya.

Ia menyebut, seluruh provider telepon selular sedang bekerja menurunkan kabel serat optik dan mencabut tiang yang tidak terpakai. Kabel serat optik di ruas Jalan Sudirman tersebut juga ditanam di bawah trotoar. “Ini yang membuat kondisi menjadi terlihat berantakan,” katanya.

Sedangkan untuk pekerjaan revitalisasi pedestrian, Umi mengatakan, hanya menyisakan pekerjaan pemolesan teraso, melengkapi street furniture seperti kursi, serta pemasangan lampu penerangan.

Konsep penataan di pedestrian Jalan Jenderal Sudirman tersebut mengacu pada kawasan sumbu filosofis. “Desainnya hampir mirip dengan pedestrian di Jalan Malioboro termasuk desain tamannya,” katanya.

Sementara itu, Kepala DPUPKP Kota Yogyakarta Hari Setya Wacana mengatakan hal senada yaitu seluruh pekerjaan berjalan sesuai tata kala yang ditetapkan.

“Pekerjaan akan selesai pada waktu yang sudah ditetapkan dalam kontrak,” katanya yang menyebut revitalisasi simpang Tugu dan pedestrian Jalan Sudirman dibiayai menggunakan dana keistimewaan.

Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020