Wakil Ketua MPR usul kampanyekan Gerakan Kewirausahaan Nasional

Wakil Ketua MPR usul kampanyekan Gerakan Kewirausahaan Nasional

Wakil Ketua MPR Sjariefuddin Hassan (kiri) pada diskusi dengan media bertema “Antisipasi Resesi Melalui Pemberdayaan UMKM” di Bogor, Jawa Barat, Senin , (14/12/2020). ANTARA/HO/MPR.

Jakarta (Antara) - Wakil Ketua MPR Sjarifuddin Hasan menegaskan di era pandemi Covid-19 ini perlu dilakukan kampanye secara masif Gerakan Kewirausahaan Nasional untuk mendorong anak muda Indonesia untuk menjadi wirausaha. 
 
 
 
"Gerakan kewirausahaan Nasional perlu dimasifkan dan dikampanyekan kepada semua segmen, terutama anak-anak muda," kata Sjarif saat diskusi dengan media bertema “Antisipasi Resesi Melalui Pemberdayaan UMKM” di Bogor, Jawa Barat, Senin , (14/12).
 
 
Menurut dia, gerakan tersebut bisa membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian nasional sehingga bisa membawa Indonesia melewati resesi ekonomi.
 
 
 
Diskusi yang dipandu Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga, dan Layanan Informasi Setjen MPR, Budi Muliawan, ini diikuti perwakilan dari media cetak, online, dan elektronik.
 
 
"Kalau kita dorong anak-anak muda ini menjadi wirausaha maka hasilnya akan luar biasa. Apalagi anak-anak muda sekarang melek teknologi informasi. Dengan era teknologi informasi, Gerakan Kewirausahaan Nasional sangat tepat saat ini," katanya.
 
 
Sjarief Hasan menceritakan pengalaman saat menjadi Menkop dan UKM pada tahun 2013, dia mengumpulkan sekitar 80 ribu mahasiswa di Gelora Bung Karno Jakarta dalam Gerakan Kewirausahaan Nasional. 
 
 
 
"Kalau satu orang menjadi entrepreneur dan mempekerjakan satu orang maka akan membuka lapangan kerja," katanya.Anak-anak muda, lanjut Sjarief, mempunyai semangat pantang menyerah dan jika mengalami kegagalan, bangkit dengan cepat. 
 
 
Syarief Hasan mengakui UMKM penuh dengan kelemahan dan permasalahan dan sangat membutuhkan dukungan keuangan. "Kalau bisa plafon KUR (kredit usaha rakyat) tanpa agunan ditingkatkan dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta. Sebab, saat ini inflasi sudah tinggi dan biaya operasionalnya juga tinggi sehingga diperlukan modal yang juga besar. Kenaikan plafon pinjaman ini akan memperkuat modal pelaku UMKM," jelasnya.
 
 
Persoalan lain, tambah Sjarief Hasan, adalah soal pendampingan pemasaran dan penguasaan teknologi. "UMKM harus kita damping terus. Pendampingan kepada UMKM jangan pernah berhenti. Misalnya, pendampingan dalam pembuatan produk yang sesuai keinginan konsumen," katanya.
 
 
 
Pendampingan juga dilakukan dalam pemasaran baik online maupun offline, Sjarief mencontohkan pendampingan pemasaran offline bisa dilakukan melalui kerjasama dengan perusahaan besar dengan membuat UMKM Corner. 
 
Pewarta : PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2020