PM Suga tuai kritik usai makan malam akhir tahun di tengah wabah

PM Suga tuai kritik usai makan malam akhir tahun di tengah wabah

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (kanan) menyampaikan sambutan saat bertemu dengan Asosiasi Alumni Jepang di Indonesia (PERSADA) di Jakarta, Rabu (21/10/2020). ANTARA FOTO/Genta Tenri Mawangi/wpa/wsj.

Tokyo (ANTARA) - Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menuai kritik karena menghadiri pesta makan malam akhir tahun, padahal dirinya meminta masyarakat untuk menghindari pertemuan sosial semacam itu atas pertimbangan angka kasus COVID-19 yang masih naik.

Keluar dari aturannya sendiri, Suga menghadiri serangkaian acara pertemuan dalam pekan ini sehingga menyulut komentar dari para politisi maupun pengguna media sosial, termasuk dari koalisi partainya.

Menteri Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura, yang juga bertugas dalam hal kebijakan pandemi, membela Suga dengan mengatakan kepada parlemen pada Rabu bahwa tidak ada aturan yang melarang makan bersama.

Sebelumnya pada Selasa (15/12) malam, Juru Bicara Pemerintah Katsunobu Kato menyebut bahwa Suga telah menjalankan langkah pencegahan yang dibutuhkan sebelum hadir dalam acara tersebut.

"Penting untuk mengambil keputusan individual, dengan berdasar pada menyeimbangkan antara tujuan makan bersama dengan langkah pengendalian infeksi," kata Kato dalam jumpa pers rutin.

Baca juga: Jepang habiskan 3,7 miliar dolar AS untuk dukung kampanye perjalanan

Baca juga: PM Jepang akan perpanjang pembatasan kampanye wisata


Senin (14/12) lalu, Suga bergabung dengan enam pejabat senior lainnya di partai dalam pertemuan di sebuah restoran steak kelas atas di distrik Ginza, Tokyo. Semua pejabat itu berusia di atas 70 tahun.

Ketika meninggalkan restoran, Ryotaro Sugi--aktor dan penyanyi berusia 76 tahun--mengatakan kepada jurnalis bahwa acara itu adalah "pesta akhir tahun", dan mereka membicarakan soal bisbol.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal Toshihiro Nikai, yang juga hadir di sana, menyebut bahwa para tamu makan malam itu tentu membuka masker untuk makan, namun mereka dianggap cukup berhati-hati.

Sehari setelahnya, Suga bertemu dengan Haruyuki Takahashi, seorang pejabat eksekutif di komite penyelenggara Olimpiade Tokyo, serta dua pimpinan eksekutif dari jaringan televisi lokal, di sebuah restoran steak, demikian laporan media lokal.

Sumber: Reuters

Baca juga: Jepang beli 10.500 unit pendingin untuk simpan vaksin COVID-19

Baca juga: Pandangan Jepang terbagi untuk olimpiade di tengah kasus COVID-19
Pewarta : Suwanti
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020