Percepat uji sampel pasien, Kota Baubau datangkan "mobile PCR"

Percepat uji sampel pasien, Kota Baubau datangkan

Kadis Kesehatan Baubau, dr Wahyu (dua kanan) Direktur RSUD Baubau, dr Nuraeni Djawa (kedua kiri), Asisten I Setda Pemkot Baubau Rahmat Tuta (kiri), dan dr Lukman (kanan) pada konferensi pers terkait pasien yang terindikasi COVID-19 dan telah dirujuk ke RS Bahteramas Kendari, Minggu (8/3/2020). (FOTO ANTARA/Yusran/aa. )

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendatangkan alat "mobile polymerase chain reaction (PCR)", yang dijadwalkan tiba pada Jumat (18/12)  2020 ini untuk mempercepat pengujian sampel bagi pasien terkonfirmasi  positif COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau dr Wahyu MSc.PH melalui pesan singkat yang diterima di Kendari Jumat mengatakan alat PCR yang akan tiba sejumlah satu unit dengan kapasitas dalam sehari dapat menguji banyak sampel.

"Melibatkan sebanyak 20 orang lebih tenaga kesehatan terdiri atasi analis puskemas dan rumah sakit serta perawat yang telah mendapat pelatihan untuk memaksimalkan target 'finding cases' atau penemuan kasus COVID-19," katanya.

Ia mengatakan, tujuan dari alat mobile PCR itu supaya penemuan kasus sebanyak-banyaknya agar yang positif COVID-19 segera diisolasi dan tidak melebar serta menyebar kemana-mana.

Alat bersumber dari APBD tersebut akan mengefisienkan waktu dalam menemukan kasus baru COVID-19, sebab metode pengiriman sampel cukup memakan waktu akibat banyaknya antrian sampel dari beberapa kabupaten kota di Sultra.

Aetelah alat PCR tiba, pihaknya akan menjadwalkan tes usap keliling di setiap kecamatan, sehingga warga yang positif dapat segera diisolasi dan tidak menyebarkan virus ke lingkungan sekitar.

Alat tes usap itu, kata Wahyu, akan dikelola BLUD RSUD Palagimata dan bersifat gratis alias tidak ada pungutan biaya apapun bagi warga Baubau.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Moniase memastikan dengan adanya swab akan mempercepat keputusan seseorang positif atau negatif COVID-19.

Selain itu warga yang telah diswab lebih cepat mendapat kepastian tindakan dari petugas kesehatan.

"Pengadaan alat PCR sebagai salah satu komitmen Wali Kota Baubau AS.Tamrin untuk mememutus mata rantai COVID-19," demikian La Ode Ahmad Monianse.

Baca juga: Cegah penularan, veteran di Baubau-Sultra diseru patuhi protokol

Baca juga: Tangani COVID-19, Wali Kota Baubau serahkan APD ke seluruh puskesmas

Baca juga: Cegah COVID-19, penyemprotan disinfektan di Baubau-Sultra digencarkan
Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020