F-PAN: "reshuffle" tambah kekuatan perkuat kinerja kabinet

F-PAN:

Dokumentasi - Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin memaparkan laporan keuangan triwulan I/2015 di Plaza Mandiri Jakarta, Jumat (24-4-2015). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/mes/am.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai perombakan kabinet atau reshuffle yang dilakukan Presiden Jokowi akan menambah 50 persen kekuatan dalam memperkuat kinerja Kabinet Indonesia Maju.

"Ekspektasi kami ada perubahan sehingga reshuffle ini baru memberikan kekuatan 50 persen untuk kinerja kabinet karena sebenarnya Presiden butuh 100 persen tenaga," kata Saleh di Jakarta, Selasa.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga hingga 100 persen, dia mengatakan bahwa Presiden berhak melakukan evaluasi kinerja kabinetnya untuk melihat sejauh mana efektivitas kerja para pembantunya.

Ia berharap sosok Sandiaga Uno dan Tri Rismaharini yang ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Pariwisata dan Menteri Sosial bisa menambah kekuatan kinerja kabinet.

Baca juga: Dunia usaha berharap menteri-menteri baru percepat pemulihan ekonomi

Namun, Saleh mempertanyakan kebijakan Presiden menunjuk Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan karena yang bersangkutan berlatarbelakang finansial dan keuangan.

"Selama ini sosok Menkes yang ditunjuk Presiden dari latar belakang kesehatan, saya tidak tahu pemikiran Presiden Jokowi menunjuk Budi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan. Saya kira penempatan ini di luar kebiasaan dan nalar kita," ujarnya.

Saleh yang merupakan anggota Komisi IX DPR RI itu memberikan catatan kepada Menkes yang baru karena harus segera melakukan penyesuaian dalam melaksanakan kerja, khususnya dalam penanganan pandemi COVID-19.

Ia mencontohkan kebijakan pemerintah yang akan melakukan vaksinasi untuk mengatasi COVID-19, butuh perorganisasian yang baik sehingga menteri baru harus melakukan penyesuaian agar program tersebut tidak dimulai dari awal.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan perombakan kabinet atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju pada Selasa sore, lalu Presiden memperkenalkan enam orang nama sebagai menteri-menteri.

Pertama, Presiden mengenalkan Tri Rismaharini yang diberikan tanggung jawab sebagai Menteri Sosial menggantikan Juliari Batubara. Kedua, Presiden mengenalkan Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wisnutama Kusubandio.

Baca juga: Untuk Menkes baru, Pakar Kesehatan beri masukan soal layanan kesehatan

Ketiga, Presiden mengenalkan Yaqut Cholil Quomas atau lebih dikenal sebagai Gus Yaqut sebagai Menteri Agama menggantikan posisi Fachrul Razi. Kelima, Presiden Jokowi mengenalkan Wahyu Sakti Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) menggantikan Edhy Prabowo.

Keenam, Presiden mengenalkan M. Lutfi sebagai Menteri Perdagangan menggantikan posisi Agus Suparmanto.

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020