Polres Garut cari lima nelayan korban penganiayaan yang hilang di laut

Polres Garut cari lima nelayan korban penganiayaan yang hilang di laut

Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Adi Benny Cahyono. ANTARA/Feri Purnama

Garut (ANTARA) - Kepolisian Resor Garut, Polda Jawa Barat, telah mengidentifikasi lima nelayan yang saat ini masih dicari setelah dilaporkan lompat dari kapal di laut lepas Samudera Hindia karena ada rekannya mengamuk dan menganiaya mereka menggunakan senjata tajam.

"Jadi sampai sekarang upaya pencarian melalui Satpol Air dibantu nelayan belum ketemu," kata Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Adi Benny Cahyono, melalui telepon seluler di Garut, Jawa Barat, Rabu.

Ia menuturkan, sementara ini polisi baru menambat kapal nelayan KM Makmur 03 yang ditemukan terdampar di Pantai Karang Gajah, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Selasa sore (29/12).

Selain kapal, kata dia, polisi juga telah menahan orang yang diduga pelaku penganiayaan, sementara ada lagi satu orang yang selamat meski sempat menjadi sasaran aksi pelaku saat berada di kapal.

"Sementara dia (nelayan mengamuk) kami tahan dulu karena takutnya dia dalam keadaan gangguan jiwa," katanya.

Baca juga: Polisi tangkap penganiaya nelayan di atas kapal di Garut

Sementara ini, kata dia, polisi baru mendapatkan keterangan tentang keberadaan nelayan yang hilang itu dari Nelson (20) warga yang selamat asal Nusa Tenggara Timur.

Pengakuannya, kata dia, satu nakhoda menjadi korban penganiyaan oleh pelaku kemudian dilempar ke tengah laut, dan empat orang lagi melompatkan diri karena takut dianiaya oleh pelaku menggunakan senjata tajam.

"Kami minta keterangan baru satu orang, keterangan Nelson mereka lompat di laut lepas," katanya.

Hasil pemeriksaan lima nelayan yang hilang di laut lepas itu yakni Johan (50) nakhoda kapal, Ikman (30), Utang (20), dan Heri (30) mereka semua berprofesi sebagai nelayan asal daerah Sulawesi, dan satu orang lagi bernama Blek (30) asal daerah Kalimantan.

Baca juga: Lima kapal nelayan asing ditenggelamkan di perairan Kepri

Sedangkan identitas terduga pelaku penganiayaan yakni Mohamad Ardi (27) warga Kampung Surantimoro, Desa Matirwangi, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Selanjutnya identitas korban yang selamat yakni Agustinus Nelson Jonai (20) warga Kecamatan Webana, Kabupaten Kupang, NTT.

Sebelumnya kapal nelayan KM Makmur 03 berangkat dari perairan Pacitan, kemudian terdampar di Pantai Karang Gajah, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Selasa sore (29/12).

Warga sekitar pantai berupaya membantu anak buah kapal dan menarik perahu ke pinggir pantai, untuk selanjutnya membawa dua orang itu.

Namun satu orang yakni Ardi melarikan diri hingga akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan di kantor Polsek Cibalong untuk menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut.

Keterangan korban selamat bahwa Ardi mengamuk saat di kapal karena merasa tersinggung dengan ucapan rekannya terkait utang dan rencana pernikahannya.

Ucapan rekannya itu membuat Ardi marah kemudian melakukan penganiayaan hingga korbannya termasuk nelayan lainnya lompat ke tengah lautan. Nelson sempat bersembunyi di bawah kapal hingga akhirnya ditemukan oleh pelaku dan meminta maaf untuk selanjutnya kapal terdampar di perairan Garut.

Baca juga: Ditabrak kapal LCT, Nahkoda kapal nelayan hilang di perairan Serang
Pewarta : Feri Purnama
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020