Cabai penyumbang inflasi terbesar pada Desember 2020 di Jakarta

Cabai penyumbang inflasi terbesar pada Desember 2020 di Jakarta

Pedagang memilah cabai di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Rabu (16/12/2020). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, menjelang Natal dan Tahun Baru, rata-rata harga cabai merah besar di pasar tradisional di seluruh Indonesia naik 1,33 persen dari Rp52.452 menjadi Rp53.150 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau naik 1,79 persen dari Rp41.801 menjadi 42.550 per kilogram. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyebutkan komoditi cabai menjadi penyumbang inflasi terbesar di DKI Jakarta pada Desember 2020.

"Dari tiga jenis cabai, semuanya mengalami kenaikan harga dibandingkan bulan November 2020," kata Kepala BPS DKI, Buyung Airlangga di Jakarta, Senin.

Buyung menjelaskan rata-rata jenis cabai rawit naik dari Rp38.333 per kilogram pada November 2020 menjadi Rp49.925 pada Desember 2020 atau berubah 31,27 persen.

Untuk cabai hijau rata-rata kenaikan sebesar 24,52 persen dari Rp29.375 per kilogram menjadi Rp36.578 per kilogram.

Demikian pula cabai merah rata-rata kenaikan 17,76 persen dari Rp54.419 per kilogram menjadi Rp64.084 per kilogram.

Buyung menyatakan, inflasi Jakarta pada Desember 2020 tercatat sebesar 0,26 persen, lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi November 2020 sebesar 0,27 persen.

"Pada bulan Desember, andil cabai penyebab inflasi sebesar 0,05 persen dari total inflasi 0,26 persen," jelas Buyung.

Menurut Buyung, tingginya harga cabai merah biasa terjadi pada musim hujan, selain
adanya momen Hari Raya Natal dan Tahun Baru yang menyebabkan konsumsi cabai merah lebih tinggi dari biasanya.

Baca juga: Cabai pengaruhi inflasi DKI selama Oktober 2020
Baca juga: BPS: Inflasi DKI Jakarta cenderung menurun
Pewarta : Fauzi
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021