Kematian akibat COVID-19 di Kabupaten Sukabumi bertambah lima kasus

Kematian akibat COVID-19 di Kabupaten Sukabumi bertambah lima kasus

Ilustrasi - Petugas pemakaman memasukan jenazah ke dalam lubang di lokasi pemakaman COVID-19 TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Jumat (2/10/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menerima laporan kematian lima warga akibat positif COVID-19 pada Selasa ini.

"Lima pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal dunia tersebut, tiga berjenis kelamin pria dan dua wanita. Seluruh pasien tersebut berusia di atas 45 tahun," kata Humas Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi Eneng Yulia di Sukabumi, Selasa.

Adapun data singkat kelima pasien tersebut yakni pria berusia 48 tahun warga Kecamatan Gunungguruh. Pasien ini meninggal selain dikarenakan mengidap COVID-19 juga mengalami sesak, Dispnoe dan Pneumonia.

Kemudian, wanita berusia 52 tahun asal Kecamatan Jampangkulon, pasien mempunyai riwayat penyakit Diabetes Melitus dan sesak nafas, sehingga saat terinfeksi COVID-19 kondisi kesehatannya terus menurun.

Baca juga: Dua warga Sukabumi meninggal akibat COVID-19

Baca juga: Akhir pekan warga Sukabumi terkonfirmasi positif bertambah 152 orang


Pasien COVID-19 yang meninggal dunia selanjutnya wanita lanjut usia warga Kecamatan Cireunghas, korban yang berusia 67 tahun ini meninggal saat sedang menjalani isolasi di rumah sakit rujukan. Dari hasil pemeriksaan medis yang bersangkutan juga mengidap Pneumonia.

Kasus lainnya diketahui merupakan seorang pria berusia 55 tahun warga Kecamatan Parakansalak yang selain mengidap COVID-19 juga memiliki riwayat penyakit lainnya yakni Acites, gagal jantung kongestif dan lainnya.

Pasien terakhir yang meninggal dunia yakni pria berusia 50 tahun warga Kecamatan Cicurug. Selain mengidap COVID-19, korban diketahui memiliki penyakit lambung.

Menurutnya, dengan bertambahnya lima kasus kematian tersebut, sampai saat ini sudah 32 warga di kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali ini meninggal dunia.

Mayoritas pasien yang meninggal tersebut memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Pasien yang mempunyai riwayat penyakit saat terinfeksi COVID-19, penyakitnya tersebut akan bertambah parah apalagi usianya sudah lanjut.

Eneng mengatakan selain bertambahnya kasus kematian, pihaknya juga menerima laporan pada Selasa bertambahnya 50 warga yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Dari 50 kasus baru tersebut 30 pasien diantaranya sudah sembuh. Ia menjelaskan adapun 30 pasien tersebut datanya baru masuk setelah yang bersangkutan menjalani isolasi dan dinyatakan sembuh.

"Kasus COVID-19 di Kabupaten Sukabumi setiap harinya masih terus berfluktuasi dan cenderung naik, maka dari itu warga harus tetap patuh dan menjaga disiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, karena sudah banyak bukti bahwa virus ini sangat berbahaya dan menyebabkan kematian," ujarnya.

Eneng mengatakan pada Selasa ini total warga yang terkonfirmasi positif sudah mencapai 2.078 jiwa, 1.866 orang diantaranya sembuh, 180 pasien masih menjalani isolasi dan 32 pasien meninggal dunia.*

Baca juga: Kasus kematian akibat COVID-19 di Sukabumi bertambah 2, jadi 75 orang

Baca juga: Positif COVID-19 Sukabumi naik jadi 1.823
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021