Pemerintah terbitkan Global Bonds awal 2021 penuhi pembiayaan APBN

Pemerintah terbitkan Global Bonds awal 2021 penuhi pembiayaan APBN

Sejumlah karyawan memonitor obligasi Surat Utang Negara (SUN) di Global Market PermataBank, Jakarta, Selasa (13/9). FOTO ANTARA/Rosa Panggabean/Spt.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam denominasi valas atau Global Bonds masing-masing senilai 3 miliar dolar AS dan 1 miliar euro pada awal 2021 untuk memenuhi sebagian pembiayaan pada APBN.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan di Jakarta, Rabu, menyatakan SUN berdenominasi dolar AS terdiri atas tiga seri yaitu RI0331, RI0351 dan RI0371 serta denominasi Euro (Euro Bonds) yaitu RIEUR0333.

Seri RI0331 mempunyai nominal 1,25 miliar dolar AS dengan tenor selama 10 tahun dan tanggal jatuh tempo 12 Maret 2031. Obligasi valas ini mempunyai tingkat kupon 1,85 persen.

Baca juga: Pertama kali, pemerintah terbitkan "global bond" tenor 50 tahun

Seri RI0351 juga mempunyai nominal 1,25 miliar dolar AS dengan tenor lebih lama yaitu 30 tahun dan tanggal jatuh tempo 12 Maret 2051. Obligasi valas ini mempunyai tingkat kupon 3,05 persen.

Kemudian, seri RI0371 mempunyai nominal 0,5 miliar dolar AS dengan tenor lebih lama yaitu 50 tahun dan tanggal jatuh tempo 12 Maret 2071. Obligasi valas ini mempunyai tingkat kupon 3,35 persen.

Satu seri Euro Bonds yaitu RIEUR0333 mempunyai nominal 1 miliar euro dengan tenor 12 tahun dan tanggal jatuh tempo 12 Maret 2033. SUN valas ini mempunyai tingkat kupon 1,1 persen.

Transaksi kali ini mengukir capaian imbal hasil (yield) terendah sepanjang sejarah untuk seluruh tenor yang diterbitkan. Untuk seri-seri dengan denominasi dolar AS, initial price guidance berada pada area 2,35 persen untuk tenor 10 tahun, area 3,55 persen untuk tenor 30 tahun dan area 3,85 persen untuk tenor 50 tahun.

Baca juga: Pemerintah jual Global Bonds dan Euro Bonds bersamaan di awal 2020

Dengan profil kredit Indonesia yang sangat baik di mata investor, transaksi ini berhasil mendapatkan orderbook yang dalam dan berkualitas sehingga final price guidance dapat ditekan hingga 45 bps ke 1,9 persen untuk tenor 10 tahun, 3,1 persen untuk tenor 30 tahun dan 3,4 persen untuk tenor 50 tahun.

Pemerintah juga berhasil menekan harga SUN denominasi euro sebesar 40 bps dari initial price guidance di area MS+175bps ke final price guidance di MS+135bps. Transaksi ini mencatatkan tenor terpanjang untuk Euro Bonds yang pernah diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia.

Keseluruhan transaksi mendapatkan harga yang kompetitif, dengan final pricing yang berada pada level yang paling ketat untuk semua seri dan mencapai negative new issue premium yang signifikan. Kondisi ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap credit story Indonesia dan optimisme atas pemulihan ekonomi nasional.

Keempat seri SUN yang diterbitkan pada transaksi ini diperkirakan akan memperoleh peringkat Baa2 dari Moody’s, BBB dari Standard & Poor’s, dan BBB dari Fitch serta dicatatkan pada Singapore Stock Exchange dan Frankfurt Stock Exchange.

Sementara itu, bertindak sebagai Joint Bookrunners adalah Citigroup, DBS Bank Ltd., Deutsche Bank, Mandiri Securities and Standard Chartered Bank. Sedangkan co-Managers adalah PT BRI Danareksa Sekuritas and PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

 
Pewarta : Satyagraha
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021