Beralih ke nomor 10.000 meter, Kandie bidik emas Olimpiade Tokyo

Beralih ke nomor 10.000 meter, Kandie bidik emas Olimpiade Tokyo

Dokumentasi - Pelari Kenya Kibiwott Kandie saat turun di Sao Silvestre Run, Sao Paulo, Brazil pada 31 December 2019. ANTARA/REUTERS/Amanda Perobelli/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pemegang rekor dunia lari half maraton asal Kenya Kibiwott Kandie mengalihkan fokusnya ke nomor 10.000 meter dan berharap dapat memboyong medali emas Olimpiade Tokyo tahun ini.

Meski demikian, pelari berusia 24 tahun itu kini masih harus berjuang keras untuk mendapatkan tiket menuju Olimpiade yang akan digelar pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 di Tokyo, Jepang tersebut.

“Saya ingin sekali menunjukkan kepada dunia bahwa saya juga bisa lari di track, makanya saya beralih ke nomor 10.000 meter. Tapi pertama-tama saya harus merebut tiket Olimpiade Tokyo terlebih dahulu,” kata Kandie dikutip dari Reuters, Kamis.

Kandie memecahkan rekor dunia half maraton dengan catatan waktu 57 menit, 32 detik pada Desember 2020. Rekor tersebut mengalahkan jawara sebelumnya yang juga berasal dari Kenya Geoffrey Kamworor dengan waktu 58 menit, 01 detik pada September 2019.

Baca juga: Pelari asal Kenya, Kandie pecahkan rekor dunia half marathon

Sementara itu, Kenya terakhir kali memenangkan medali emas nomor 10.000 meter pada Olimpiade 1968 melalui penampilan Naftali Temu. Oleh karena itu, Kandie pun berharap dapat kembali mengharumkan negaranya dengan perolehan medali emas di Olimpiade Tokyo nanti.

“Saya akan bangga sekali kalau bisa melihat bendera Kenya berkibar di tiang tertinggi untuk perolehan medali emas nomor lari 10.000 meter di Olimpiade Tokyo,” ujar Kandie.

“Sudah lama sekali Kenya tidak memenangkan medali emas Olimpiade untuk nomor 10.000 meter. Tapi saya percaya dengan kerja sama tim dan persiapan yang matang, kami akan mampu meraih hasil terbaik di Olimpiade Tokyo,” tambah dia.

Baca juga: Pelari Kenya Jepchirchir pecahkan rekor dunia half marathon putri
Baca juga: Pelari marathon Kenya pecahkan rekor dunia di Berlin

Pewarta : Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021