Bupati Bogor ajukan 1.500 rumah pengganti bagi korban bencana Sukajaya

Bupati Bogor ajukan 1.500 rumah pengganti bagi korban bencana Sukajaya

Bupati Bogor Ade Yasin kembali mengajukan bantuan 1.500 unit rumah pengganti atau hunian tetap (huntap) bagi korban bencana banjir dan longsor di wilayah Sukajaya, Bogor, Jawa Barat. ANTARA/M Fikri Setiawan/am.

Cibinong, Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor Ade Yasin kembali mengajukan bantuan 1.500 unit rumah pengganti atau hunian tetap (huntap) bagi korban bencana banjir dan longsor di wilayah Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, pada awal tahun 2020.

"Semoga saja pengajuan 1.500 huntap ini bisa berjalan sesuai dengan perencanaan," katanya di Cibinong, Bogor, Jumat (8/1).

Menurutnya, pengajuan 1.500 huntap tersebut dilakukan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 500 unit, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) 500 unit, dan Pemprov Jawa Barat 500 unit.

Baca juga: Dua tahun pimpin Bogor, Ade Yasin "bidani" 411 inovasi daerah

Baca juga: Bupati Bogor memuji kinerja DPRD selama tahun 2020


Sebab, kebutuhan rumah pengganti korban bencana di wilayah barat Kabupaten Bogor itu diperkirakan mencapai 2.000 unit. Sedangkan yang kini tengah dibangun oleh Kementerian PUPR sebanyak 563 unit.

"Pembangunan dilaksanakan secara multiyears atau berlangsung sejak 2020 hingga 2021. Semoga saja pembangunannya bisa selesai seluruhnya di 2021 dan korban bencana bisa segera menempati huntap," kata Ade Yasin.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Irma Lestiana menyebutkan bahwa ratusan huntap yang sekarang sedang digarap Kementerian PUPR itu berlokasi di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg dan Desa Urug, Kecamatan Sukajaya.

"Informasi dari Kementerian PUPR itu Rp90 juta lebih per unitnya, di luar sambungan listrik dan lainnya. Makannya kita ajukan lewat APBD untuk penyambungan listrik dan jaringan irigasi," terang Irma.

Ia mengatakan masing-masing huntap dibuat berukuran 36 meter persegi, dengan luas tanah 100 meter persegi. Sebanyak 358 unit huntap dibangun di Desa Sukaraksa di atas lahan bekas perkebunan kelapa sawit seluas 3,9 hektare.

Baca juga: Bupati Bogor pasang 19 pompa air di wilayah langganan banjir

Sisanya, sebanyak 205 unit huntap dibangun di Desa Urug dengan luas lahan sekitar 10 hektare, juga bekas perkebunan kelapa sawit.

Kecamatan Sukajaya merupakan wilayah terdampak bencana awal tahun 2020 dengan kerusakan paling parah dibandingkan tiga kecamatan lainnya di wilayah barat Kabupaten Bogor, yakni Kecamatan Nanggung, Cigudeg, dan Kecamatan Jasinga.
Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021