Bandara Adi Soemarmo sudah berlakukan pembatasan sejak KLB

Bandara Adi Soemarmo sudah berlakukan pembatasan sejak KLB

Ilustrasi-Situasi terminal keberangkatan di Bandara Adi Soemarmo Solo. (ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Bandara Adi Soemarmo Solo sudah memberlakukan pembatasan sejak status kejadian luar biasa (KLB) COVID-19 yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Surakarta.

"Jadi tentunya dengan adanya pembatasan (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat), Solo sudah terbiasa, siap secara mental dan kondisi di lapangan," kata General Manager Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Yani Ajat Hermawan di Solo, Jateng, Jumat.

Meski demikian, mengenai penerapan PPKM tersebut pihaknya masih menunggu aturan dari pusat. Sejauh ini, pihak bandara masih berpegangan pada surat edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2020 dalam rangka penerapan masyarakat produktif dalam menghadapi COVID-19.

Baca juga: Pengamat: PPKM berdampak terhadap ketenagakerjaan, tapi diperlukan

"Termasuk di dalamnya pedoman operasional bagi bandar udara, perlakuan terhadap penumpang apabila terpapar COVID-19, kami melakukan sampai sekarang. Selain itu, kapasitas terminal 50 persen, ini masih dilaksanakan, di Solo ini bahkan di bawah itu," katanya.

Ia mengatakan secara infrastruktur, pihak bandara sudah mempersiapkan sejak jauh hari, di antaranya penerapan jaga jarak pada saat calon penumpang melakukan "check in" tiket dan penggunaan alat pelindung diri oleh petugas "front liner".

Selain itu, dari sisi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Adi Soemarmo juga terus bersiap di lapangan sebagai antisipasi adanya penumpang yang bergejala COVID-19.

Baca juga: Plt Wali Kota : Surabaya tidak menolak PPKM tapi mempertanyakan

"Tetapi rata-rata sudah bawa surat keterangan kesehatan, tiket kan daring, sudah dicantumkan syaratnya termasuk dokumen," katanya.

Mengenai jumlah penumpang yang melakukan perjalanan melalui Bandara Adi Soemarmo selama pandemi COVID-19, pihaknya mencatat terjadi penurunan yang cukup signifikan. Bahkan saat ini penurunan kembali terjadi usai periode libur tahun baru.

"Dua hari ini menurun di angka 800 penumpang/hari, sebelumnya 1.000 penumpang. Bahkan hari Jumat seperti ini biasanya kedatangan saja sampai 1.000 penumpang, ini kami catat baru di angka 300-400 penumpang," katanya.*

Baca juga: Budayawan Jatim tanggapi pemberlakuan PPKM di Surabaya
Baca juga: Pemkot Batu izinkan tempat wisata beroperasi saat PPKM
Baca juga: Kadin Jatim : PPKM hambat lajunya ekonomi daerah
Pewarta : Aris Wasita
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021