Pasca gempa, layanan Telkomsel tetap berjalan di Sulawesi Barat

Pasca gempa, layanan Telkomsel tetap berjalan di Sulawesi Barat

Telkomsel. ANTARA/telkomsel.com/pri.

Jakarta (ANTARA) - Telkomsel mengungkapkan layanan Telkomsel tetap berjalan dan dapat dinikmati oleh masyarakat pasca bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Majene dan Kaupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, pada Jumat dini hari (15/1).

"Kami sampaikan bahwa saat ini masyarakat di Kabupaten Majene tetap dapat menikmati layanan Telkomsel baik layanan data, voice maupun SMS secara normal," ujar General Manager External Corporate Communications Telkomsel Aldin Hasyim dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Namun, Aldin menambahkan, terdapat penurunan kualitas layanan di sejumlah titik sebagai dampak terputusnya catuan daya listrik yang mendukung operasional BTS Telkomsel di Kabupaten Mamuju.

"Telkomsel saat ini telah mengambil langkah cepat untuk pemulihan layanan yang salah satunya dengan memobilisasi Mobile Backup Power (MBP) atau genset ke lokasi BTS yang membutuhkan pendukung catuan daya listrik," katanya.

Baca juga: Basarnas Palu berangkatkan personel bantu operasi SAR gempa Sulbar

Untuk itu, Telkomsel memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh masyarakat atas dampak penurunan layanan yang terjadi khususnya di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Majene.

"Terima kasih atas kepercayaan masyarakat untuk tetap menggunakan layanan dari Telkomsel. Kami akan terus mempercepat upaya pemulihan layanan dan menginfokan perkembangannya," kata Aldin.

Telkomsel juga turut berduka atas terjadinya bencana gempa yang terjadi di Kabupaten Majene dan Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, semoga masyarakat yang terdampak dapat segera bangkit dan beraktivitas seperti biasa.

Baca juga: PLN Sulselrabar terjunkan 123 personil pulihkan listrik di Sulbar

Sebelumnya, gempa dengan magnitudo 6,2 yang terjadi di wilayah Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, pada Jumat pukul 01.28 WIB menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan korban meninggal dunia tiga orang dan luka-luka 24 (orang). Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Menurut dia, bangunan Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang berada di wilayah Kabupaten Mamuju mengalami kerusakan berat akibat gempa yang pusatnya berada di sekitar enam kilometer arah timur laut Majene.

Baca juga: BPBD Sulbar sebut sudah 27 orang meninggal akibat gempa bumi

Baca juga: Basarnas berangkatkan tim bantu evakuasi korban gempa Sulbar
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2021