Banjir di Kalsel mendapat atensi besar dari pemerintah pusat

Banjir di Kalsel mendapat atensi besar dari pemerintah pusat

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) berbincang dengan Dandim 1006 Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto (kanan) dan Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Firmansyah (kiri) saat meninjau banjir di kawasan Desa Pembataan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (16/1/2021). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/rwa/pri.

Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Kehadiran Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kepala Basarnas Marsekal Madya Bagus Puruhito meninjau banjir di Provinsi Kalimantan Selatan pada Sabtu menunjukkan pemerintah pusat telah memberikan perhatian khusus.

"Penanganan banjir di Kalsel mendapat atensi besar dari pemerintah pusat sebagaimana disampaikan Panglima TNI yang membawa pesan dari presiden," kata Komandan Kodim (Dandim) 1006/Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto di Banjarbaru, Sabtu.

Baca juga: Relawan Kalteng salurkan bantuan untuk korban banjir di Kalsel

Menurut Siswo, pemerintah menekankan agar Kalsel bisa segera menyelesaikan permasalahan banjir yang terjadi merata hampir di 13 kabupaten dan kota saat ini.

"Ada 34 perahu karet jenis LCR bantuan dari presiden telah tiba dan 100 personel TNI dari pusat juga mempertebal kekuatan dalam penanggulangan banjir," tuturnya.

Baca juga: Pemprov Kalteng bantu penanganan bencana banjir di Kalsel

Diketahui Kabupaten Banjar yang merupakan wilayah teritorial Kodim Martapura jajaran Korem 101/Antasari menjadi salah satu daerah paling terdampak dengan kondisi banjir parah merata di sebagian besar kecamatan.
 
Dandim 1006/Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto menarik perahu karet yang membawa Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau lokasi banjir di Kota Banjarbaru. (ANTARA/Firman)


Siswo mengaku kehadiran Panglima TNI dan rombongan memberikan semangat lebih bagi seluruh petugas di Kalsel yang terlibat dalam penanggulangan banjir termasuk di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru yang jadi wilayah teritorial Kodim Martapura.

Baca juga: Banjir Kalsel, 112.709 warga mengungsi

"Bantuan akan terus disalurkan pemerintah pusat sesuai kebutuhan seperti air bersih, obat-obatan dan sebagainya. Setiap saat kami laporkan perkembangan situasi ke Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah untuk diteruskan ke pusat," tandasnya.

Banjir yang menerjang Kabupaten Banjar sejak dua pekan terakhir saat ini debit airnya terus meninggi dan wilayah terdampak makin bertambah.

Dapur umum dan posko pengungsian telah didirikan Kodim Martapura bersama tim SAR gabungan yang terus membantu proses evakuasi warga yang rumahnya tergenang.
Pewarta : Firman
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021