Diterjang banjir, PLN pulihkan sistem kelistrikan di Halmahera Utara

Diterjang banjir, PLN pulihkan sistem kelistrikan di Halmahera Utara

Banjir melanda Galela, Kabupaten Halmahera Utara, akibatnya jembatan penyebrangan putus dan gangguan sistem kelistrikan. ANTARA/Abdul Fatah/am.

Ternate (ANTARA) - PT PLN kembali memulihkan aliran listrik yang dipadamkan di sejumlah wilayah Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara (Malut) pada Sabtu (16/1) akibat terjadinya banjir yang melanda daerah tersebut.

"PLN sejak Sabtu (16/1) malam pukul 22.00 WIT telah memasok aliran listrik ke beberapa di wilayah Tobelo yang sebelumnya secara terpaksa dipadamkan akibat dampak bajir yang melanda di beberapa titik lokasi. Saat ini 92 persen gardu distribusi  Tobelo dan sekitarnya telah kembali beroperasi," kata Manajer UP3 PLN Tobelo, Rizal Abdul Rasyid saat dihubungi dari Ternate, Minggu.

Rizal menyatakan, pemulihan aliran listrik ini secara bertahap dilakukan dan memastikan bahwa kondisi aset jaringan distribusi seperti gardu distribusi, jaringan tegangan menengah (JTM), jaringan tegangan rendah (JTR) yang terendam banjir aman.

"Kami juga mengamati bahwa air tidak lagi merendam rumah-rumah pelanggan yang berpotensi membahayakan bagi masyarakat. Namun demikian, kami tetap meminta warga waspada dan memastikan instalasi listrik di rumah maupun peralatan elektronik aman dan betul-betul kering dan bersih sebelum digunakan," katanya.

Akibat dampak dari banjir yang melanda di Kabupaten Halmahera Utara pada hari Sabtu (16/1) malam, kondisi aset jaringan distribusi yang rusak adalah tiang SUTM 7 batang dengan panjang jaringan 0.5 kms, dan saat ini petugas PLN melakukan perbaikan Konstruksi jaringan listrik agar daerah yang padam dapat dioperasikan kembali.

Bahkan, sebanyak 26 dari total 313 gardu distribusi yang berada di Kabupaten Halmahera Utara, khususnya di daerah kecamatan yakn Galela Barat dan Galela Selatan terpaksa dipadamkan sementara aliran listriknya.

Adapun beberapa desa yang mengalami padam yakni sebagian Desa Ngidiho, Limau, Lalonga, Bobisingo, Dodowo, Salimuli, Tutumaloleo,  Togasa,  Saluta, Pelita, Beringin Jaya, Jere Baru, Jere Tua, Igo, Teru-Teru, Podol, Supu, Posi-Posi, Tate, Pacao, Kapa-Kapa, Galao, Gisi, dan Desa Kailupa.

Menurut Rizal, hal ini dilakukan demi keselamatan warga dan menghindari potensi bahaya kelistrikan saat usai banjir yang terjadi.

PLN juga tetap menghimbau agar warga senantiasa waspada terhadap bahaya kelistrikan yang bisa terjadi di kondisi hujan maupun banjir, yaitu hindari berteduh di dekat instalasi kelistrikan seperti tiang, gardu, panel PJU, sehingga kalau melewati daerah yang terendam air atau genangan banjir agar menggunakan sepatu yang kedap air sehingga terhindar dari risiko bahaya seperti bakteri, pecahan kaca, paku dan tegangan listrik bocor

Sebab, saat kondisi basah, gunakan sarung tangan karet bila ingin menyentuh instalasi kelistrikan dan kalau mendapati instalasi kelistrikan yang berpotensi membahayakan, beri tanda bahaya dan segera laporkan ke Contact Center PLN 123, demikian Rizal Abdul Rasyid.

Baca juga: Longsor terjang lagi jalur Weda-Lelilef di Pulau Halmahera-Malut

Baca juga: Wabup temui Kepala BWS bahas penanganan banjir di Halmahera Tengah

Baca juga: Terpapar COVID-19, Sekkab Halmahera Utara Fredy Tjandua tutup usia

Baca juga: Termasuk dirut, dokter-tenaga medis di RSUD Tobelo positif COVID-19

 
Pewarta : Abdul Fatah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021