Cegah penjarahan, Polres Majene kawal bantuan masuk ke pengungsian

Cegah penjarahan, Polres Majene kawal bantuan masuk ke pengungsian

Polres Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat mengawal bantuan gempa untuk para pengunsi di wilayah kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju. ANTARA/HO-Polres Majene/am.

Mamuju (ANTARA) - Polres Majene Provinsi Sulawesi Barat siang mengawal bantuan gempa untuk para pengungsi di wilayah kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju guna mencegah terjadinya penjarahan.

"Guna memastikan bantuan kemanusiaan pascagempa yang mengguncang daerah Majene dan Mamuju, tiba di lokasi tujuan dengan aman, maka akan diberikan pengawalan," kata Kepala Bagian Operasi Polres Majene, AKP Ujang Saputra, di Majene, Minggu.

Baca juga: Bantuan Kemensos tiba dan disalurkan di Mamuju

Baca juga: Bantuan yang diangkut dua kapal perang TNI AL tiba di Mamuju

Baca juga: Bantuan gempa Mamuju agar pakai skala prioritas


Ia mengatakan, Polres Majene akan selalu memberikan pelayanan terbaiknya dengan mengawal setiap logistik bantuan yang akan disalurkan agar dapat diterima pengungsi secara merata.

"Penjarahan yang dilakukan oleh oknum, seperti ketika bencana di kota Palu dan sekitarnya, akan dicegah agar tidak terjadi, setiap logistik bantuan yang akan melintas dapat dibagi secara merata sehingga pengungsi mendapat bantuan tersebut," katanya.

Ia menyampaikan, terdapat warga yang belum tersentuh bantuan, akibat banyaknya titik pengungsian gempa yang didirikan warga.

"Bantuan hanya mengarah ke titik yang ditentukan pemerintah sementara banyak titik pengungsi akibat gempa ini," katanya.

Ia meminta, personelnya untuk mendata secara akurat korban maupun rumah warga yang roboh dan kerusakan lainnya sehingga bantuan dapat dimaksimalkan dan terarah.

Korban gempa Mamuju dan Majene terus bertambah menjadi 51 orang akibat tertimpa reruntuhan bangunan sementara di Kabupaten Majene terdapat delapan orang.

Korban luka berat dan menjalani rawat inap sebanyak 189 orang sementara luka ringan dan rawat jalan 637 orang.

Sementara masyarakat pengungsi mencapai 15.000 orang di sejumlah titik daerah kabupaten Mamuju dan Majene.

Gempa Mamuju telah mengakibatkan kantor Gubernur Sulbar roboh dan rata dengan tanah selain itu bangunan rumah sakit berlantai lima di kota Mamuju, pusat perbelanjaan dan pusat pelayanan publik lainnya juga roboh beserta ratusan pemukiman warga rusak total.

Baca juga: Anjing pelacak dikerahkan untuk bantu pencarian korban gempa di Mamuju

Baca juga: BNPB: Korban gempa Sulbar bertambah menjadi 56 orang
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2021