Puluhan wisatawan yang terjebak di Pulau Angso Duo dievakuasi Senin

Puluhan wisatawan yang terjebak di Pulau Angso Duo dievakuasi Senin

Wisatasan, petugas, dan pedagang yang terjebak di Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sumbar karena cuaca buruk tiba di dermaga di Pantai Gandorah pagi tadi. ANTARA.

​​​​​​​Pariaman (ANTARA) - Sebanyak 75 wisatawan, petugas, dan pedagang yang terjebak di Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) semenjak Minggu (17/1) sore akibat cuaca buruk mulai dievakuasi pagi tadi.

"Ada 62 wisatawan lokal, sisanya petugas dan pedagang," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pariaman Hendri di Pariaman, Senin.

Mereka tidak bisa kembali ke dermaga di Pantai Gandoriah karena cuaca buruk yang menerjang daerah itu pada Minggu (17/1) sekitar pukul 15.00 WIB sehingga harus bermalam di Pulau Angso Duo.

Baca juga: Basarnas hentikan pencarian korban tenggelam di pantai Aceh Jaya

Mereka, lanjutnya diinapkan di rumah singgah dan mushala yang terdapat di Pulau Angso Duo dan untuk kebutuhannya Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman malam tadi mengantarkan makanan dan kebutuhan lainnya.

Ia menyebutkan wisatawan tersebut berasal dari berbagai daerah di Sumbar yaitu di antaranya Payakumbuh, Bukittinggi, dan Batusangkar.

Setiba di Pantai Gandoriah, lanjutnya petugas kesehatan dari Pemkot Pariaman memeriksa kesehatan mereka lalu dipersilakan pulang ke rumah masing-masing.

"Mereka dalam kondisi sehat dan telah kembali ke rumah masing-masing," katanya.

Pada waktu yang bersamaan empat orang wisatawan minat khusus yaitu pemancing juga diterjang cuaca buruk saat memancing di kawasan perairan Pariaman.

"Mereka menyewa kapal milik nelayan setempat namun sudah kembali malam tadi," ujarnya.

Diketahui malam tadi kawasan dermaga di Pantai Gandoriah didatangi oleh banyak orang yang terdiri dari pihak Pemkot Pariaman, aparat, serta warga untuk melihat kondisi terkini.

Baca juga: Dampak PPKM, jumlah kunjungan wisatawan di Sleman anjlok
Baca juga: Pemkab Raja Ampat survei kepuasan kunjungan wisatawan secara online
Pewarta : Altas Maulana
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021