Vaksinasi nakes di Bandarlampung baru berjalan di satu puskesmas

Vaksinasi nakes di Bandarlampung baru berjalan di satu puskesmas

Salah seorang nakes di Kota Bandarlampung sedang divaksinasi COVID-19, Senin (18/1/2021). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) -
Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung mengatakan bahwa vaksinasi COVID-19 untuk tenaga kesehatan (nakes) di hari pertama di kota ini baru berjalan di satu puskesmas.
 
"Untuk vaksinasi COVID-19 di hari pertama baru di Puskesmas Kupang Kota, Kecamatan Teluk Betung Utara," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarpampung, Edwin Rusli, di Bandarlampung, Senin.
 
Ia mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan para nakes yang akan divaksinasi harus mengikuti jadwal yang telah diterimanya dari SMS blast usai mendaftar di link Peduli lindungi.
 
"Jadi mereka ini mendaftar di Peduli Lindungi  kemudian akan mendapatkan balasan dimana, tanggal berapa dan kapan akan divaksinasi. Sehingga vaksinasi memang tidak bisa dilakukan secara serentak," kata dia.

Baca juga: Wagub Chusnunia menjadi orang pertama yang disuntik vaksin di Lampung

Baca juga: Dinkes: 500 nakes Lampung dilatih kembali untuk vaksinasi COVID-19
 
Ia pun mengatakan bahwa untuk fasilitas kesehatan yang ditunjuk untuk melakukan vaksinasi COVID-19 di kota ini semuanya sudah terdaftar di Primary Care (PCare) BPJS Kesehatan.
 
"Fasilitas kesehatan tidak ada yang masalah semua sudah terdaftar di PCare, tapi emang jadwal itu, kapan vaksinasinya tergantung dari SMS blast," kata dia.
 
Terkait program vaksinasi COVID-19 tahap awal untuk tenaga kesehatan, ia sudah mendorong semua nakes di Bandarlampung agar mendaftar di Peduli Lindungi untuk divaksinasi.
 
"Kita dorong semua mendaftar tapi memang beberapa belum ada yang menerima pemberitahuan balik. Tapi saya yakin semua nakes di sini mau divaksinasi," kata dia.
 
Sementara itu, Kepala Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Teluk Betung Utara dr Agustin, mengatakan bahwa hari ini tenaga kesehatan yang terdaftar untuk divaksinasi di tempatnya ada enam orang.
 
"Namun dari enam orang itu ada satu yang belum bisa divaksinasi karena pada saat skrining yang bersangkut sedang batuk pilek," kata dia.*
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021