Basarnas kumpulkan total 310 kantong jenazah korban pesawat SJ 182

Basarnas kumpulkan total 310 kantong jenazah korban pesawat SJ 182

Prajurit Kopaska TNI AL mengangkat serpihan pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 dari dasar laut saat proses SAR pesawat tersebut di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (16/1/2021). Tim SAR gabungan pada hari kedelapan kembali melakukan pencarian memori Cockpit Voice Recorder (CVR) atau perekam suara kokpit dari pesawat Sriwijaya Air Penerbangan SJ 182 yang jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu (9/1/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) mengumpulkan 310 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dari perairan Kepulauan Seribu, pada hari ke-10 pencarian.

"Selain itu, total temuan untuk serpihan pesawat berjumlah 60 kantong kecil dan 55 potongan besar," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito, di JICT 2 Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, cuaca pada hari ke-10 ini kurang bagus di lokasi pencarian sehingga tim baru mendapatkan dua kantong jenazah, dua kantong serpihan kecil badan pesawat dan satu potongan besar bagian pesawat.

Bagus mengatakan walaupun cuaca Senin ini tidak baik, namun tim pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR) gabungan masih tetap semangat melaksanakan operasi pencarian dengan semaksimal mungkin.

Baca juga: Basarnas perpanjang tiga hari lagi untuk pencarian SJ 182

Selain itu, Basarnas mengumumkan pihaknya memperpanjang masa pencarian kembali selama tiga hari ke depan dan berfokus pada penemuan korban serta bagian yang merekam data percakapan atau suara di kokpit (cockpit voice recorder/CVR).

Pencarian bagian tubuh korban dalam hal ini merupakan misi kemanusiaan untuk membantu pihak keluarga yang mengharapkan korban kecelakaan dapat ditemukan dalam bentuk apapun.

Sedangkan pencarian CVR juga diperlukan untuk melengkapi analisa KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) untuk mengetahui penyebab kecelakaan naas itu.

“Dalam tiga hari perpanjangan ini kalau nanti kita tentukan ada pengakhiran operasi SAR bukan berarti (pencarian) material kita stop. Tetap berlangsung. Kita juga tetap memantau atau memonitor situasi yang ada,” ujar Bagus.

Baca juga: Cuaca buruk, Basarnas hentikan sementara penyelaman puing SJ 182

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor register PK-CLC SJ-182 yang menerbangi rute Jakarta-Pontianak pada Sabtu, 9 Januari 2021, jatuh di wilayah perairan Kepulauan Seribu.

Pesawat Boeing 737-500 yang lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, pada Sabtu (9/1) pukul 14.36 WIB itu menurut data manifes membawa 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021