Rupiah menguat tipis, pasar tunggu pernyataan calon Menkeu AS Yellen

Rupiah menguat tipis, pasar tunggu pernyataan calon Menkeu AS Yellen

Ilustrasi - Petugas kasir menghitung mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing di, Jakarta Pusat. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore ditutup menguat tipis, seiring pelaku pasar yang menunggu pernyataan calon menteri keuangan AS Janet Yellen di sidang konfirmasi senat.

Rupiah ditutup menguat 5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp14.065 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.070 per dolar AS.

"Dari eksternal, investor menunggu komentar dari calon menteri keuangan Janet Yellen, tentang langkah-langkah stimulus AS dan dolar selama sidang konfirmasi," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa.

Yellen akan bersaksi di depan Komite Keuangan Senat dan kemungkinan akan menyentuh topik mulai dari kebijakan valuta asing hingga pajak. Dia diperkirakan akan menegaskan komitmen terhadap nilai tukar yang ditentukan pasar dan menunjukkan bahwa negara tidak mencari dolar yang lebih lemah untuk keunggulan kompetitif.

Baca juga: IHSG ditutup melemah, dipicu aksi investor jual saham yang kemahalan

Dia juga diperkirakan akan memberi tahu komite bahwa pemerintah harus "bertindak besar" dengan paket bantuan COVID-19 berikutnya.

Presiden terpilih AS Joe Biden sebelumnya telah menguraikan proposal paket stimulus senilai 1,9 triliun dolar AS untuk memulai ekonomi yang dilanda virus selama minggu sebelumnya.

Sementara itu Komisi Eropa memperingatkan bahwa pandemi COVID-19 memperburuk ketidakseimbangan ekonomi blok dan menteri keuangan Eropa berjanji untuk memberikan dukungan fiskal berkelanjutan untuk ekonomi mereka.

Di sisi bank sentral, Bank Sentral Eropa dan Bank Jepang akan menurunkan keputusan kebijakan mereka pada Kamis (21/1).

Baca juga: Bank Sentral Eropa terima banyak pertanyaan soal prospek ekonomi

Dari domestik, hasil Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit baru akan meningkat pada kuartal I 2021. Hal itu terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru kuartal 2021 sebesar 49,4 persen, meningkat dari 25,4 persen pada kuartal IV 2020. Penyaluran kredit baru Kuartal Kedua 2021 diperkirakan didorong oleh kredit modal kerja, diikuti oleh kredit investasi, dan kredit konsumsi.

Hasil survei juga mengindikasikan responden tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2021. Responden memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2021 sebesar 7,3 persen (yoy). Optimisme tersebut antara lain didorong oleh kondisi moneter dan ekonomi, serta relatif terjaganya risiko penyaluran kredit.

Rupiah pada pagi hari dibuka stagnan di posisi Rp14.070 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.065 per dolar AS hingga Rp14.094 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.086 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.080 per dolar AS.

Baca juga: BI: Penyaluran kredit baru triwulan I-2021 diprakirakan meningkat

 
Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021