Pasar Asia bersiap untuk keuntungan moderat setelah Wall Street naik

Pasar Asia bersiap untuk keuntungan moderat setelah Wall Street naik

Foto dokumentasi - Seorang wanita yang memakai masker wajah, setelah wabah COVID-19, berdiri di depan sebuah papan elektronik yang menunjukkan indeks Nikkei di luar sebuah perusahaan pialang di kawasan bisnis di Tokyo, Jepang, 4 Januari 2021. ANTARA/REUTERS/Kim Kyung-Hoon

New York (ANTARA) - Investor di pasar Asia bersiap untuk keuntungan moderat pada perdagangan Rabu, setelah indeks-indeks utama Wall Street naik didukung calon Menteri Keuangan AS Janet Yellen yang mendorong paket bantuan fiskal yang cukup besar sebagai tanggapan terhadap pandemi COVID-19.

"Kami telah melihat bukti positif tadi malam di Wall Street sudah dalam perdagangan Asia pada Selasa," kata Kyle Rodda, seorang analis pasar di IG Markets, yang mencatat pasar Asia mengikuti perkembangan stimulus AS lebih dari apa pun.

"Keuntungannya moderat," tambahnya.

Indeks ASX 200 Australia naik lebih dari 0,5 persen pada awal perdagangan Rabu. Indeks MSCI ukuran saham-saham di seluruh dunia menguat 0,03 persen.

Nikkei 225 berjangka Jepang naik 0,07 persen, tetapi indeks berjangka Hang Seng Hong Kong turun 0,29 persen.

Pada sidang pengesahan Yellen di hadapan Senat AS pada Selasa (19/1/2021), dia mengatakan manfaat paket stimulus besar, lebih besar daripada biaya beban utang yang lebih tinggi.

Presiden terpilih Joe Biden, yang akan dilantik pada Rabu waktu setempat, pekan lalu mengajukan proposal paket stimulus senilai 1,9 triliun dolar AS untuk meningkatkan ekonomi dan mempercepat distribusi vaksin.

Di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,38 persen, sementara indeks S&P 500 naik 0,81 persen dan indeks Komposit Nasdaq saham-saham berteknologi tinggi bertambah 1,53 persen.

Dolar turun untuk sesi kedua berturut-turut pada Selasa (19/1/2021) karena investor mengalihkan fokus mereka ke aset-aset berisiko.

Surat utang negara AS jatuh setelah Yellen mengatakan selama sidang bahwa pemotongan pajak 2017 untuk perusahaan harus dibatalkan.

Harga minyak naik pada Selasa (19/1/2021) di tengah harapan bahwa stimulus yang diusulkan Biden akan meningkatkan output ekonomi, sementara emas juga menguat.

Baca juga: Saham Asia mundur, tunggu data terbaru ekonomi China
Baca juga: Indonesia pimpin kenaikan sejumlah pasar saham Asia
Baca juga: Pasar saham Asia melemah, ekspektasi penurunan suku bunga AS berkurang
Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021