Basarnas fokus menyisir tiga wilayah paling terdampak banjir di Kalsel

Basarnas fokus menyisir tiga wilayah paling terdampak banjir di Kalsel

Tim Basarnas Banjarmasin melakukan evakuasi korban terjebak banjir di Kabupaten Banjar. (ANTARA/Basarnas)

Banjarbaru (ANTARA) - Badan SAR Nasional (Basarnas) atau Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin hingga kini masih fokus menyisir tiga wilayah kabupaten yang paling parah terdampak banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Misi penyelamatan atau upaya evakuasi warga yang masih terjebak banjir masih kami fokuskan di Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Hulu Sungai Tengah," terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin Sunarto di Banjarbaru, Rabu.

Dalam membantu penanggulangan banjir, Basarnas Banjarmasin diperkuat tim dari Basarnas Palangka Raya serta bantuan 10 perahu karet dan satu unit helikopter dari kantor pusat Basarnas.

"Jadi helikopter berpatroli memetakan daerah terisolir dan distribusi bantuan dari udara, di samping tim di darat yang terus bekerja melakukan penyisiran untuk evakuasi dan dorongan logistik," jelas Sunarto.

Diakui dia, dari sekian banyak warga telah dievakuasi, masih ada sejumlah orang yang tidak mau mengungsi dengan alasan ingin menjaga aset atai harta bendanya di rumah.

Baca juga: 11 dapur umum layani kebutuhan pangan korban banjir Kalsel

Baca juga: KLHK: Banjir Kalsel akibat anomali cuaca, bukan luas hutan


"Namun kami pastikan warga bersangkutan dalam kondisi aman. Jika pun sudah tidak memungkinkan bertahan, maka kami paksa dievakuasi," terangnya.

Hingga saat ini, Basarnas mencatat ada tiga korban jiwa yang terdampak banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dikarenakan adanya banjir bandang yang sempat terjadi.

Kemudian enam korban jiwa akibat tanah longsor di Desa Guntung Besar, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

"Di wilayah lain ada juga yang meninggal namun tidak langsung terkena banjir tapi ada efek lainnya seperti sakit. Data pastinya kami belum menerima," timpal
Sunarto.
Tim Basarnas Banjarmasin melakukan evakuasi seorang bayi di tengah banjir di Kabupaten Banjar. (ANTARA/Basarnas)


Basarnas menerjunkan upaya maksimal dalam membantu penanganan korban banjir yang terjadi hampir merata di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

Kepala Basarnas Marsekal Madya Bagus Puruhito pun telah meninjau banjir di perbatasan Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada Sabtu pekan lalu.

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan Badan SAR Nasional Bambang Suryo Aji pun ikut terjun langsung menyalurkan bantuan paket sembako dari Presiden RI Joko Widodo melalui jalur udara ke Kabupaten Hulu Sungai Tengah, salah satu daerah paling parah diterjang banjir.

Baca juga: Curah hujan tinggi jadi penyebab banjir Kalsel

Baca juga: KLHK: Kondisi infrastruktur ekologis daerah banjir Kalsel tak memadai


 
Pewarta : Firman
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021