Indonesia sumbang 0,98 persen kasus COVID-19 dunia

Indonesia sumbang 0,98 persen kasus COVID-19 dunia

Petugas kesehatan mengambil sampel lendir hidung saat tes usap COVID-19 massal di halaman Wisma Haji Kota Madiun, Jawa Timur, Selasa (19/1/2021). Pemkot Madiun memfasilitasi tes usap secara gratis bagi warga yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif COVID-19 guna pencegahan penyebaran SARS-CoV-2 seiring dengan terus meningkatnya jumlah kasus positif COVID-19 hingga daerah tersebut berstatus zona merah. ANTARA FOTO/Siswowidodo/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Data statistik Johns Hopkins University Medicine mencatat Indonesia turut menyumbang 0,98 persen dari total kasus positif COVID-19 di dunia.

Berdasarkan laman resmi Johns Hopkins University Medicine, Rabu, pukul 20.22 waktu setempat tercatat 939.948 kasus konfirmasi COVID-19 di Tanah Air dari total 96.284.292 pasien positif secara global.

Dengan persentase tersebut, Indonesia saat ini menempati urutan ke-19 kasus sebaran COVID-19 dari 191 negara yang sudah terpapar virus itu.

Untuk angka kematian di Tanah Air mencapai 26.857 jiwa atau setara 1,30 persen dari angka kematian secara global, yakni 2.060.232 jiwa.

Dengan jumlah angka kematian tersebut Indonesia berada di urutan ke-17 terbanyak dari keseluruhan negara yang terpapar COVID-19.

Untuk angka pasien COVID-19 yang sembuh, Indonesia tercatat pada urutan ke-16 dunia dengan total 763.703 orang, setara dengan 1,34 persen dari angka kesembuhan secara global, yakni 57.175.110 jiwa.

Secara umum, Johns Hopkins University Medicine mencatat Amerika Serikat merupakan negara dengan kasus positif terbanyak di dunia, yakni 24.256.319 kasus, disusul India 10.595.639 kasus, Brazil 8.573.864 kasus, Rusia 3.595.136 kasus, dan United Kingdom 3.476.827 kasus.

Untuk tingkat kematian tertinggi akibat virus tersebut ditempati Amerika Serikat dengan jumlah korban jiwa mencapai 401.797, sedangkan jumlah pasien sembuh terbanyak, India 10.245.741 jiwa.

Baca juga: Berproses mewujudkan kekebalan komunitas
Baca juga: 2.000 pelajar gagal mudik, telantar di Shijiazhuang
Baca juga: Olimpiade Tokyo layak dibatalkan, kata mantan pejabat Olimpiade 2012
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021