Presiden Biden segera atur ulang tanggapan AS terhadap krisis COVID-19

Presiden Biden segera atur ulang tanggapan AS terhadap krisis COVID-19

Penyanyi Lady Gaga disambut oleh Presiden terpilih Joe Biden saat pelantikan Biden sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat di Front Barat Capitol AS di Washington, AS (20/1/2021). ANTARA/REUTERS/Jonathan Ernst/Pool/aa.

Washington (ANTARA) - Presiden Joe Biden akan segera mengatur ulang tanggapan Amerika Serikat (AS) terhadap krisis COVID-19 saat dirinya menuju Gedung Putih, Rabu, setelah dilantik untuk memimpin negara yang terguncang akibat krisis kesehatan terburuk dalam lebih dari satu abad.

"Kita bisa mengatasi virus mematikan itu," kata Joe Biden dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden ke-46 AS, yang menyerukan persatuan di negara yang dicengkeram oleh perpecahan politik yang tegang.

Dia akan mulai mengerjakan perintah eksekutifnya setelah upacara pelantikan berskala kecil yang sangat berbeda dalam sejarah kepresidenan AS---dengan National Mall yang diubah menjadi "taman bendera", bukan kerumunan orang seperti biasanya---guna menghindari risiko penularan virus.

Sebagai bagian dari tindakan pertamanya, Biden akan memerintahkan agar semua pegawai federal mengenakan masker dan mewajibkan penutup wajah di properti milik pemerintah federal.

Ia akan mendirikan kantor baru di Gedung Putih untuk mengoordinasikan respons terhadap Virus Corona, dan menghentikan penarikan AS dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)---sebuah proses yang diprakarsai oleh pendahulunya, Donald Trump.

Perintah tersebut menandakan bahwa Biden bertujuan untuk memenuhi janji kampanyenya untuk menjadikan bantuan COVID-19 sebagai prioritas utama dan akan menandai perbedaan tajam dari respons pandemi Pemerintahan Trump, yang menurut para kritikus tidak efektif, tidak terkoordinasi, dan dianggap bertanggung jawab atas kematian lebih dari 400 ribu warga AS.

Biden juga siap untuk mencalonkan kepala Korps Kesehatan Masyarakat Amerika segera pada Rabu, menyusul pengunduran diri Jerome Adams yang ditunjuk oleh Trump.

Langkah yang diambil Biden, terutama melalui kewajiban bermasker, dimaksudkan untuk memberi contoh bagi pejabat negara bagian dan lokal untuk mengendalikan virus, yang telah melumpuhkan ekonomi AS.

AS telah melaporkan hampir 200 ribu kasus COVID-19 baru dan 3.000 kematian per hari dengan rata-rata bergulir tujuh hari, menurut data Reuters. Lebih dari 123 ribu warga AS dirawat di rumah sakit karena COVID-19 pada Rabu.

Para ilmuwan dan pakar kesehatan masyarakat mengatakan masker wajah dapat membantu mencegah penyebaran Virus Corona baru yang sangat menular, tetapi penutup wajah telah menjadi penyulut dalam kehidupan AS yang mencerminkan perpecahan politik negara yang lebih besar.

Sumber: Reuters
Baca juga: EU serukan Biden ambil peran kepemimpinan global lawan COVID-19
Baca juga: Presiden terpilih Biden terima dosis kedua vaksin COVID-19 Pfizer
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021