Kemarin pemerintah bahas vaksinasi mandiri, gempa guncang Talaud

Kemarin pemerintah bahas vaksinasi mandiri, gempa guncang Talaud

Arsip Foto. Petugas menggunakan alat berat untuk membersihkan reruntuhan bangunan Kantor Gubernur Sulawesi Barat di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (20/1/2021). Bangunan itu rusak akibat gempa. ( ANTARA FOTO / Akbar Tado/foc)

Jakarta (ANTARA) - Pada Kamis (21/2) gempa dengan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Talaud, Sulawesi Utara, dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa itu terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Filipina.

Selain itu ada warta mengenai pembahasan mekanisme vaksinasi COVID-19 secara mandiri, dampak gempa di Sulawesi Barat, dan penanganan pemulung yang bisa disimak kembali dalam rangkuman berita berikut.

Gempa dengan magnitudo 7,1 guncang Talaud

Gempa dengan magnitudo 7,1 yang mengguncang wilayah Kepulauan Talaud di Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (21/1) pukul 19.23 WIB menurut BMKG tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa Talaud akibat subduksi Lempeng Filipina

Menurut hasil analisis BMKG, gempa tektonik dengan magnitudo 7,1 di wilayah Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, pada Kamis (21/1) pukul 19.23 WIB disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Filipina.

Korban jiwa akibat gempa Sulbar bertambah menjadi 91

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa pada Kamis (21/1) pukul 08.00 WIB jumlah korban meninggal akibat gempa bumi di Sulawesi Barat bertambah menjadi 91 orang.

Menteri Sosial antar 15 pemulung bekerja

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengantar 15 pemulung binaan Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Education, Religion Bee Entertainment (ERBE) untuk bekerja di PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Pemerintah masih mengkaji mekanisme vaksinasi COVID-19 secara mandiri

Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah masih mengkaji mekanisme pelaksanaan vaksinasi COVID-19 secara mandiri dalam upaya mempercepat pencapaian kekebalan komunal.

 
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021