Klaster panti asuhan, Wagub: Wabah COVID-19 masuk ke banyak lini

Klaster panti asuhan, Wagub: Wabah COVID-19 masuk ke banyak lini

PT Pengembangan Pelabuhan Indonesia (PPI) sedang mempraktikan cara mencuci tangan yang baik dan benar kepada anak-anak Yayasan Panti Asuhan Nuruz Zahro dan para lansia rumah lansia atmabrata Jakarta Utara. ANTARA/HO.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan saat ini penyebaran COVID-19 sudah masuk ke banyak lini, termasuk adanya klaster penyebaran COVID-19 di beberapa panti asuhan di Jakarta.

"Sekarang, selain di kantor, di mall, di pasar, di stasiun, di halte, di panti asuhan juga ada. Jadi sekarang memang sudah masuk di banyak lini, bahkan di keluarga juga masih terus meningkat angkanya," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Senin.

Karena itu, Riza meminta kepada seluruh masyarakat untuk semakin taat dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan. Saat ini ruang lingkup penyebaran COVID-19 semakin mengecil, bahkan telah memasuki keluarga inti.

"Ini harus menjadi perhatian kita, bahwa kita sekarang mendengar berita orang terpapar virus COVID-19 bukan lagi teman atau kenalan atau sahabat, tapi sudah masuk di lingkungan keluarga kita, bahkan tidak sedikit yang sudah masuk di keluarga inti terkait terpaparnya," ungkap Ariza.

"Itu artinya, sudah semakin banyak, semakin dekat. Yang artinya kita harus semakin disiplin dan semakin taat, jangan menunggu anggota keluarga kita yang terpapar, apalagi meninggal baru kita betul-betul disiplin menggunakan masker mencuci tangan dan menjaga jarak," tutur dia.

Sebanyak 19 panti asuhan yang tersebar di beberapa wilayah Jakarta diinformasikan menjadi klaster penyebaran COVID-19 dengan total sebanyak 452 kasus positif hingga 27 Desember 2020.

Baca juga: Satu kecamatan dan kelurahan di Jakpus ditutup lagi akibat COVID-19
Baca juga: Dinas Pertamanan benarkan ada dana Rp185 miliar untuk makam COVID-19
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/12/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)
Berdasarkan data corona.jakarta.go.id, hingga tanggal 10 Januari 2021, 19 klaster panti asuhan itu masih memiliki 93 kasus aktif.

Adapun 19 klaster panti asuhan di Jakarta:
1. Panti Asuhan Nurul Hasanah Pesanggrahan dengan 17 kasus;
2. Panti Balita dengan 10 kasus;
3. Panti Laras Grogol Petamburan dengan 11 kasus;
4. Panti Laras Harapan Sentosa 3 dengan 15 kasus;
5. Panti PSBL HS 2 dengan 138 kasus;
6. Panti PSBN RW Cahaya Batin 6 kasus;
7. Panti PSTW Budi Mulia 2 Cilandak 23 kasus;
8. Panti PSTW Margaguna Cilandak 36 kasus;
9. Panti RPTC Kemensos 7 kasus;
10. Panti Sosial BKW Kebon Jeruk 7 kasus;
11. Panti Werdha dengan 15 kasus aktif;
12. Panti Werdha Cipayung 79 kasus;
13. Panti Werdha Cipayung 1 kasus aktif;
14. Panti Werdha KDW dan PKC Ciracas 8 kasus;
15. Panti Asuhan PSBL HS 2 dengan 60 kasus aktif;
16. Panti Asuhan PSBL HS Budi Murni 2 dengan 4 kasus aktif;
17. Panti Asuhan PSTW BM 1 dengan 1 kasus aktif;
18. Panti PSTW Budi Mulia 2 dengan 12 kasus aktif;
19. Panti Asuhan Rumah Perlindungan Trauma Center TKI Cipayung 2 kasus;
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021