Kemristek-Kemparekraf tandatangani kesepahaman inovasi pariwisata

Kemristek-Kemparekraf tandatangani kesepahaman inovasi pariwisata

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (kiri) bersama Direktur Utama PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer (tengah) dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah (kanan) mengendarai sepeda listrik produksi UMKM NTB saat meninjau kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) The Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (15/1/2021). ANTARA/Ahmad Subaidi/aww.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang riset dan inovasi untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menristek Bambang PS Brodjonegoro mendukung semua kegiatan dan produk riset dan inovasi yang berguna menjawab kebutuhan masyarakat dan bangsa untuk dapat dimanfaatkan demi meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian bangsa di berbagai sektor termasuk sektor pariwisata.

"Semua para peneliti dan inovator tidak pernah berhenti dan selalu berusaha keras untuk berkontribusi demi bangsa terutama dalam menghasilkan teknologi tepat guna dan bahan teknologi substitusi impor," kata Menristek Bambang dalam acara Rapat Koordinasi Riset dan Inovasi Nasional Tahun 2021 di Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Kamis.

Penandatangan nota kesepahaman itu dilakukan oleh Menristek Bambang PS Brodjonegoro dan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. Menparekraf melakukan penandatangan MoU di tempat berbeda yang ditayangkan secara virtual.
Baca juga: Wagub Bali paparkan inovasi pariwisata hadapi bencana ke BLUD DPD
Baca juga: Kemenparekraf dukung inovasi tur virtual untuk promosikan pariwisata

Kegiatan riset dan inovasi khususnya ditujukan untuk membangun Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

Pada acara rapat koordinasi itu, ada empat penandatanganan MoU lain yang juga dilakukan, yakni antara Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasionnal (BRIN) dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan terkait hilirisasi hasil riset dan inovasi; dan MoU antara Kemristek/BRIN dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) terkait penguatan riset dan inovasi.

Selanjutnya, penandatangan MoU terkait pinjam pakai Mobile Laboratorium Bio Safety Level (BSL) 2 antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan; dan MoU antara Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dengan BPPT serta Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tentang pemeriksaan spesimen COVID-19 pada Mobile Lab BSL 2 di Kota Tangerang Selatan.
Baca juga: Kemristek fokus penguatan SDM dan infrastruktur inovasi nasional
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021