Kemenko: Kalau mau beli mobil listrik, tunggu sampai akhir tahun

Kemenko: Kalau mau beli mobil listrik, tunggu sampai akhir tahun

Ilustrasi: Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) melakukan pengecekan sejumlah fasilitas stasiun pengisian mobil listrik (charging station). ANTARA/HO-Kementerian BUMN/am.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah tetap optimis soal pengembangan kendaraan listrik di masa depan, meski penetrasi penggunaan kendaraan listrik di Indonesia dinilai akan berjalan secara bertahap.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Maritim dan Investasi Septian Hario Seto dalam jumpa pers virtual, Jumat, mengatakan pemerintah pun telah menyiapkan insentif untuk bisa mendorong kendaraan listrik, salah satunya dengan pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) tahun ini.

"Jadi memang kalau saya lihat sudah ada regulasinya yang akan berlaku di akhir tahun ini, PPnBM untuk mobil listrik ini nol persen. PPnBMnya ini akan nol by Oktober atau November ini. Jadi kalau mau beli mobil listrik, tunggu saja dulu sampai akhir tahun," katanya.

Baca juga: Terima proposal Tesla, pemerintah gelar pertemuan lanjutan pekan depan

Meski pemerintah telah menyiapkan insentif, Seto menilai kebijakan tersebut tidak akan serta merta mendorong penggunaan kendaraan listrik secara signifikan. Hal itu, lanjut dia, juga lantaran kondisi Indonesia yang luas dan berupa kepulauan.

Belum lagi jika nanti dibandingkan dengan insentif untuk kendaraan konvensional dan mobil hibrid.

"Bahkan dengan permodelan yang kita bikin, walaupun PPnBM dinolkan, insentif kita berikan lebih banyak untuk mobil listrik, kita lihat ini akan gradual (bertahap) penetrasinya," kata Seto.

Baca juga: Kemenko: Tesla ingin kembangkan sistem penyimpanan energi di Indonesia

Ia juga memperkirakan pembangunan infrastruktur di negara seluas Indonesia akan membutuhkan waktu sehingga penetrasi kendaraan listrik akan terjadi bertahap di seluruh Indonesia.

"Kita lihat kita harus bangun infrastruktur, transisi dari kendaraan combustion engine ke electric vehicle. Indonesia kan luas, penetrasi mungkin tinggi di kota besar atau Jawa. Saya pikir, bahkan kalau kita bikin insentifnya agresif, akan tetap prosesnya gradual," ujar Seto.

Baca juga: Kementerian ESDM: 125 ribu mobil listrik bakal mengaspal tahun ini

Baca juga: Menteri ESDM minta pemda fasilitasi pengisian kendaraan listrik
Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021