Kapolda Kalsel: Mari bangkit optimisme di tengah banjir

Kapolda Kalsel: Mari bangkit optimisme di tengah banjir

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikwanto saat menyambangi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 11 Banjar di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar yang menjadi posko pengungsian warga terdampak banjir. (ANTARA/Firman)

Banjarmasin (ANTARA) - Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikwanto mengajak seluruh masyarakat untuk dapat bangkit bersama dengan menumbuhkan rasa optimisme di tengah bencana banjir yang melanda daerah itu.

"Tumbuhkan rasa optimisme, jangan justru bikin gaduh di tengah bencana banjir," kata dia di Banjarmasin, Jumat.

Pernyataan Rikwanto menyikapi masih adanya pihak-pihak nakal membuat berita di media sosial yang tidak benar. Misalnya ada narasi "awas ada pencurian jaga kampung masing-masing polisi tidak bisa".

"Kemudian juga ada kalimat di sana kelaparan dan lain-lain. Itu semua kita selidiki, ada beberapa kita tangkap karena membuat hoaks dan meresahkan masyarakat," ujarnya.

Baca juga: BPJAMSOSTEK salurkan bantuan senilai Rp150 juta untuk banjir Kalsel

Baca juga: Kapolda Kalsel komitmen tertibkan tambang ilegal berdampak bencana

 
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto menyambangi MIN 11 Banjar di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar yang menjadi posko pengungsian warga terdampak banjir. (ANTARA/Firman)


Ditegaskan Kapolda, anggotanya bersama TNI dan tim SAR gabungan BPBD, Basarnas hingga relawan telah berjibaku menanggulangi banjir mulai proses evakuasi maupun penyaluran bantuan.

Meski banyak dari anggota Polda Kalsel dan Polres jajaran juga terdampak banjir termasuk 300 Kepala Keluarga (KK) yang menghuni Asrama Polisi (Aspol) Binabrata Banjarmasin serta beberapa Mapolsek dan Polres yang tergenang, namun Rikwanto memastikan insan Bhayangkara tak ada satupun mengabaikan tugas.

"Anggota sangat mendukung dan sangat semangat demi panggilan tugas untuk membantu masyarakat. Saya apresiasi atas kerja ikhlas anggota di tengah bencana banjir besar dalam sejarah Kalsel ini," tuturnya.

Bersamaan dengan penanganan banjir tersebut, jajarannya juga melakukan penegakan hukum sesuai kesalahan yang dimaksud demi tetap terjaganya situasi kamtibmas di tengah bencana.

Sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala terutama rumah di bantaran sungai dan areal sekitar persawahan masih tergenang dengan ketinggian air bervariasi hingga memasuki hari ke-27 terhitung sejak 10 Januari 2021 banjir besar menerjang Bumi Lambung Mangkurat.*

Baca juga: Habib Aboebakar apresiasi Polda Kalsel tangani banjir

Baca juga: DPR minta penegakan hukum lingkungan yang tegas buntut banjir Kalsel

 
Pewarta : Firman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021