Pekerja Palestina terluka oleh tentara Israel di dekat Jenin

Pekerja Palestina terluka oleh tentara Israel di dekat Jenin

Seorang pekerja Palestina menyapu gandum terbakar dalam proses pembuatan freekeh, makanan sereal Timur Tengah, di tengah kekhawatiran penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di dekat Jenin, Tepi Barat, Senin (4/5/2020). ANTARA/REUTERS/Mohamad Torokman/aww/cfo.

Jenin (ANTARA) - Seorang pekerja Palestina terluka ketika mencoba melintasi penghalang yang dibangun Israel di Jenin barat di Tepi Barat yang diduduki, ketika dia sedang menuju ke tempat kerjanya di Israel, menurut beberapa sumber di daerah itu.

Pekerja tersebut, Khaled Nasser Freihat, mengalami luka tembak di kakinya ketika tentara melepaskan tembakan ke arahnya ketika dia mencoba melewati celah penghalang yang dibangun Israel.

Penghalang tersebut dibangun secara ilegal di tanah Palestina.

Dia dipindahkan ke rumah sakit terdekat untuk perawatan medis.

Pada Juli 2004, Mahkamah Internasional (ICJ) mengeluarkan pendapat bahwa pembangunan penghalang oleh Israel di wilayah Palestina yang diduduki adalah ilegal.

Mahkamah Internasional juga mengatakan bahwa Israel harus memperbaiki setiap kerusakan yang ditimbulkan.

Badan peradilan utama PBB mengatakan pada saat itu bahwa pembangunan penghalang "akan sama dengan aneksasi de facto" karena dapat menciptakan "keadaan yang harus dihadapi" dan berpotensi dianggap sebagai ketentuan yang harus diterima secara permanen di lapangan.

Sumber : WAFA

Baca juga: ICC putuskan Palestina jadi bagian yurisdiksinya, Israel kecewa

Baca juga: Biden yakin solusi dua negara opsi damai untuk Israel-Palestina

Baca juga: Israel kirimkan pasokan pertama vaksin COVID ke Palestina


 

Aneksasi Israel dan COVID-19 perparah kondisi rakyat Palestina

Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021