POPSI: Libatkan petani dalam diplomasi sawit lawan isu negatif

POPSI: Libatkan petani dalam diplomasi sawit lawan isu negatif

Logo Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (Popsi). ANTARA/HO-Popsi

Jakarta (ANTARA) - Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (Popsi) minta pemerintah untuk melibatkan petani dalam melakukan diplomasi sawit guna melawan kampanye negatif terhadap sektor kelapa sawit nasional.

Ketua Umum Popsi Pahala Sibuea di Jakarta, Rabu, mengatakan, sawit selama ini terbukti menjadi berkah bagi Bangsa Indonesia dengan menjadi penyumbang devisa terbesar dan mengentaskan kemiskinan. Selain itu perputaran ekonomi di daerah sentra sawit saat pandemi berjalan sangat baik.

Namun, tambahnya, akhir-akhir ini sawit kembali mengalami tekanan dan kampanye negatif yaitu dari AS, seperti isu adanya kerja paksa di Malaysia sehingga melarang impor minyak sawit.

Proses pengaduan Indonesia ke WTO atas diskriminasi produk sawit di EU belum selesai, sekarang sudah datang lagi dari Swiss, yaitu Referendum produk sawit yang diinisiasi LSM Iterre pada Maret mendatang.

"Isu yang selalu dihembuskan isu klasik semua karena sejak tahun 1989 sampai saat ini itu-itu saja yaitu lingkungan dan keaneka ragaman hayati," ujarnya.

Padahal, lanjut Pahala, upaya perbaikan sudah dilakukan oleh pemerintah mau pun pelaku usaha baik itu swasta maupun petani. Oleh karena itu petani harus dilibatkan dalam melawan isu negatif sawit.

Khusus untuk melidungi lingkungan, secara perlahan namun pasti Indonesia melakukan pemenuhan standar Renewable Energy Directive (RED) II, Indirect Land Use Change (ILUC), RSPO dan ISPO, khususnya untuk ISPO pemerintah juga memperbaiki standart nya sekarang itu ISPO generasi ke III.

Upaya perbaikan sustainable (keberlanjutan) terus dilakukan walaupun berjalan lambat namun pasti, apa lagi penerapan ISPO sudah bersifat wajib bagi perusahaan dan pekebun.

Menanggapi isu Referendum petani Swiss, menurut dia, sebaiknya lakukan dialog petani dengan petani, agar bisa menyelesaikan permasalahan yang ada bukan membuat permasalahan baru atau pemusuhan antar petani.

Ketua Dewan Pembina Popsi Gamal Nasir menambahkan, karena posisinya yang lebih unggul dari minyak nabati lain maka sawit selalu diserang dengan berbagai isu negatif seperti isu lingkungan, padahal masalah utamanya adalah persaingan dagang.

POPSI yang mewadahi empat asosiasi petani kelapa sawit, yakni Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR Indonesia (Aspekpir), Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Jaringan Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia(Japsbi) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) siap bekerjasama menghadapi berbagai isu negatif.

Sekjen SPKS M Darto menyatakan saat ini banyak negara termasuk Indonesia sedang krisis sehingga mereka mengambil kebijakan melindungi produk domestik dari impor.

Khusus sawit di Indonesia sudah keterlanjuran bahwa sebagian besar diusahakan oleh pengusaha besar. Sedang komoditas minyak nabati lain, bahkan hampir semua komoditas di negara lain dikelola oleh koperasi petani sampai ke hilirnya.

Negara sangat mendukung petani untuk sampai ke hilir, tambahnya, pesaing sawit di Eropa yaitu rapeseed, bunga matahari semua diusahakan petani.

Darto menilai Pemerintah tidak punya strategi melindungi petani sawit Indonesia. Setiap tahun isu lingkungan seperti deforestasi selalu ada , pertanyaannya apa yang sudah dilakukan pemerintah.

"Diplomasi ke luar negeri yang sudah memakan biaya besar hasilnya apa, karena isu ini malah semakin kencang," katanya.

Dia menilai Tim diplomasi selama ini adalah pengusaha dan pemerintah, tidak pernah merupakan tim terbuka yang melibatkan asosiasi petani.

"Asosiasi pengusaha dan pemerintah yang duduk bersama merumuskan strategi apa untuk melawannya. Asosiasi petani yang bermacam-macam harus duduk bersama juga dan pemerintah melibatkan dalam diplomasi," katanya.)

Selain itu, tambahnya, Standar Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO) harus diperkuat, pemerintah harus cepat mengoperasionalkan ISPO.Kemudian BPDPKS harus membantu petani supaya bersertifikat ISPO karena petani yang sudah bersertifikat ISPO akan menjadi contoh yang baik bila ada serangan terhadap sawit.

Baca juga: Airlangga sebut sawit proyek strategis nasional yang harus dijaga

Baca juga: RI akan ofensif lawan kampanye hitam sawit

Baca juga: Isu sawit Indonesia-EU, Hongaria dukung perlakuan yang adil


 
Pewarta : Subagyo
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021