Vaksinasi tenaga kesehatan bertambah 124.139 orang total 969.546

Vaksinasi tenaga kesehatan bertambah 124.139 orang total 969.546

Petugas medis memperlihatkan cairan vaksin COVID-19 produksi Sinovac saat pelaksanaan vaksinasi perdana di Kantor Gubernur Kalteng, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (14/1/2021). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/foc.

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 969.546 tenaga kesehatan di 34 provinsi di Indonesia telah divaksinasi hingga Rabu 10 Februari 2021 atau bertambah 124.139 dibandingkan hari sebelumnya.

Menurut data Satuan Tugas Penanganan COVID-19, dari total 969.546 tenaga kesehatan yang disuntikkan dosis pertama tersebut 279.251 orang di antaranya juga telah menerima dosis kedua atau bertambah 57.798 orang yang divaksinasi secara lengkap.

Sasaran vaksinasi bagi sumber daya manusia kesehatan (SDMK) yang ditargetkan menerima vaksin sebanyak 1.468.764 atau lebih sedikit dibandingkan target sasaran vaksinasi tenaga kesehatan pada Senin (8/2) yakni sebanyak 1.652.958 orang.

Baca juga: Lansia perlu vaksinasi memperkuat kekebalan tubuh lawan COVID-19

Kemudian berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per hari ini terdapat 1.706.487 orang di antaranya telah melakukan registrasi ulang guna melakukan vaksinasi.

Pemerintah menargetkan akan melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap 181.554.465 penduduk Indonesia atau sekitar 70 persen dari total populasi. Hal itu dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok atau "herd immunity".

Proses vaksinasi tahap pertama menyasar tenaga kesehatan dan akan disusul vaksinasi terhadap petugas layanan publik.

Sementara itu, Indonesia hari ini mencatatkan penambahan pasien COVID-19 sebanyak 8.776 kasus, dengan 9.520 orang dinyatakan sembuh dan 191 orang meninggal dunia.

Total sejauh ini terdapat 1.183.555 kasus COVID-19, dengan 982.972 pasien telah dinyatakan sembuh dan 32.167 orang meninggal dunia sejak kasus pertama ditemukan di Tanah Air pada Maret 2020. Dengan penambahan itu maka terdapat total 168.416 kasus aktif di Indonesia.

Baca juga: Disuntik vaksin, Ketua PBNU tidak rasakan efek samping
Baca juga: Epidemiolog: Kaji faktor penyebab kejadian ikutan pasca-imunisasi
Baca juga: Satgas Penanganan COVID-19 perketat mobilitas cegah penularan virus
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021