Politisi: Pembunuhan migran Guatemala di Meksiko "kejahatan negara"

Politisi: Pembunuhan migran Guatemala di Meksiko

Pasukan Garda Nasional Meksiko memegang tameng untuk memblokir para migran, bagian dari kelompok yang menuju Amerika Serikat, dekat perbatasan Guatemala-Meksiko, di Ciudad Hidalgo, Meksiko, Senin (20/1/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Jose Torres/foc/djo/am.

Guatemala City (ANTARA) - Pembunuhan terhadap 14 migran Guatemala di Meksiko, yang diduga dilakukan oleh polisi, mungkin termasuk ke dalam "kejahatan negara", kata seorang politisi oposisi senior Guatemala pada Kamis (11/2).

Para migran tersebut merupakan korban pembantaian yang secara keseluruhan menewaskan 19 orang, yang terjadi di Negara Bagian Tamaulipas pada Januari. Penyidik menyebutkan bahwa pihaknya mencurigai sedikitnya ada 12 anggota kepolisian yang terlibat dalam pembantaian tersebut.

Carlos Barreda, anggota senior Partai Unidad Nacional de la Esperanza (UNE), mengatakan kepada Reuters bahwa para pejabat di UNE berencana mendatangi Tamaulipas pada akhir Februari untuk mencari kebenaran informasi mengenai kasus itu.

"Tujuan kami adalah memohon agar pelaku diadili dan dihukum, serta meminta informasi untuk memastikan apakah itu benar kejahatan negara atau bukan," kata Barreda.

Pemerintah Meksiko belum memberikan tanggapan terkait wacana itu.

Barreda juga menyebut dirinya mendapat kabar bahwa jenazah para korban akan dibawa pulang ke Guatemala pada Rabu (17/2) pekan depan.

Sumber: Reuters

Baca juga: Hampir semua korban pembantaian di Meksiko adalah warga Guatemala

Baca juga: Sekitar 8.000 migran di seluruh Guatemala bergerak menuju AS

Baca juga: Guatemala berusaha hambat deportasi imigran oleh AS


 

Iring-iringan migran Honduras terhenti di Guatemala

Pewarta : Suwanti
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021