Pasien sembuh COVID-19 di Jakarta bertambah 2.072 per Selasa (16/2)

Pasien sembuh COVID-19 di Jakarta bertambah 2.072 per Selasa (16/2)

Seorang warga mengikuti tes usap antigen COVID-19 di Sekretariat Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat di kawasan Ampera, Jakarta, Minggu (14/2/2021). Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN), PFI Pusat bekerja sama dengan Pagar Nusa menggelar tes usap antigen COVID-19 gratis bagi pewarta foto dan warga sekitar untuk mencegah penyebaran dan penularan COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Data harian COVID-19 di DKI Jakarta memperlihatkan pasien sembuh bertambah  2.072 orang per Selasa (16/2) yakni  dari sebelumnya 295.623 menjadi 297.695 orang.

Berdasarkan data yang dikutip dari  laman corona.jakarta.go.id, Selasa, persentase jumlah pasien sembuh dibanding jumlah kasus positif (319.293 orang) naik tipis 0,1 persen yakni dari 93,1 persen menjadi 93,2 persen. 

Baca juga: BPS: Penduduk miskin di Jakarta bertambah akibat adanya pandemi

Pertambahan pasien sembuh sebanyak 2.072 orang itu juga, mempengaruhi jumlah kasus aktif yang masih dirawat atau diisolasi, yang per Selasa ini turun 258 orang yakni dari 16.869 menjadi 16.611 orang.

Kumulasi total kasus positif sebanyak 319.293 kasus atau terjadi pertambahan 1.861 kasus dari jumlah sebelumnya sebanyak 317.432 kasus.

Penambahan kasus sebanyak 1.861 kasus pada hari Selasa ini, merupakan hasil dari pemeriksaan usap (swab test PCR) pada sehari sebelumnya yakni pada hari Senin (15/2) sebagai temuan kasus hasil tes harian yang dilaporkan (temuan asli).

Baca juga: Jakarta Barat upayakan sosialisasi vaksin COVID-19 ke pedagang pasar

Pada tes PCR 15 Februari 2021 sendiri, memiliki rincian dilakukan tes pada 13.186 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 11.472 orang adalah yang baru dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.861 positif dan 9.611 negatif.

Selama sepekan, penambahan kasus positif harian sebanyak 1.861 kasus pada hari Selasa ini, paling rendah dibanding penambahan kasus pada hari Senin (15/2) sebanyak 1.879 kasus, pada hari Minggu (14/2) sebanyak 2.496 kasus, pada hari Sabtu (13/2) sebanyak 3.018 kasus, pada hari Jumat (12/2) sebanyak 3.810 kasus, pada hari Kamis (11/2) sebanyak 2.514 kasus, pada hari Rabu (10/2) sebanyak 3.309 kasus, pada hari Selasa (9/2) sebanyak 3.437 kasus, terlebih jika dibandingkan dengan pertambahan pada hari Minggu (7/2) sebanyak 4.213 kasus yang merupakan penambahan tertinggi selama pandemi.

Dari data yang ada, penambahan sebanyak 4.213 kasus pada hari Minggu (7/2) itu juga pemegang rekor dalam kategori temuan kasus hasil tes harian yang dilaporkan (temuan asli), dengan rincian merupakan hasil tes PCR pada hari Sabtu (6/2).

Baca juga: 120 keluarga korban COVID-19 belum dapat santunan di Jakarta Pusat

Adapun, dari jumlah kumulasi kasus positif COVID-19 sebanyak 319.293 kasus pada hari Selasa ini, sebanyak 4.987 orang (bertambah 47 dibanding sebelumnya 4.940 orang) di antaranya, meninggal dunia, atau senilai 1,6 persen (sama seperti sebelumnya) dari total kasus positif.

Dari jumlah tes, DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau "positivity rate" COVID-19 selama sepekan terakhir di Jakarta setelah perkembangannya pada hari Selasa ini, tercatat di angka 21,2 persen (turun dari sebelumnya 22,0 persen).

Angka ini sangat jauh di atas batas persentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sepekan untuk satu kawasan, yang mengharuskan persentasenya tidak lebih dari lima persen untuk bisa terkategori kawasan aman.

Adapun persentase kasus positif di Jakarta secara total sejak awal pandemi Bulan Maret 2020 setelah perkembangan pada hari Selasa ini, adalah sebesar 11 persen (naik dari sebelumnya 10,9 persen).

Mengingat perkembangan COVID-19 yang belum tuntas, redaksi Antara mengingatkan para pembaca untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip protokol kesehatan dalam berkegiatan sehari-hari yakni:
• Tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak.
• Menghindari kerumunan.
• Selalu menjalankan 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman 1,5-2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.
• Ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021