Indonesia targetkan tekan tingkat kesenjangan gender hingga 25 persen

Indonesia targetkan tekan tingkat kesenjangan gender hingga 25 persen

Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi ketika berbicara dalam pertemuan virtual kelompok G20 Employment Working Group (EWG) di Jakarta pada Rabu (17/2/2021) malam. ANTARA/HO-Kementerian Ketenagakerjaan.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan turunnya tingkat kesenjangan gender pada partisipasi angkatan kerja hingga mencapai 25 persen pada 2025, menurut Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi

Sekjen Kemnaker Anwar selaku Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan virtual kelompok G20 Employment Working Group (EWG) mengatakan hal itu dilakukan untuk mendukung capaian Brisbane Target, yaitu komitmen para pimpinan Negara G20 untuk menurunkan tingkat kesenjangan gender di tempat kerja.

Baca juga: Komnas Perempuan: Pandemi COVID-19 memperjelas kesenjangan gender

Menurut keterangan resmi Kemnaker yang diterima di Jakarta pada Kamis, tingkat kesenjangan partisipasi angkatan kerja Indonesia telah mencapai 29,28 persen pada 2020.

Karena itu, dia meminta dukungan dalam bentuk kemudahan akses dan kemudahan mobilitas untuk memperoleh pelatihan, bantuan modal, pembinaan kewirausahaan, perlindungan sosial yang mencukupi, serta lingkungan kerja yang kondusif bagi kelompok bukan angkatan kerja khususnya mereka yang mengurus rumah tangga.

Baca juga: Bappenas: Kesenjangan gender Indonesia masih cukup lebar

"Dukungan tersebut dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan tingkat partisipasi angkatan kerja, baik wanita maupun laki-laki, dan dapat menurunkan tingkat kesenjangan partisipasi angkatan kerja," kata Anwar dalam forum itu.

Dia menegaskan optimisme pemerintah Indonesia untuk mencapai target 25 persen tingkat kesenjangan gender pada partisipasi angkatan kerja pada 2025 itu.

Baca juga: Menaker fokus luaskan kesempatan kerja tangani dampak pandemi

Dalam kesempatan tersebut dia juga menyatakan apresiasi dan dukungan Indonesia terkait isu perlindungan sosial yang diangkat sebagai tema dalam forum itu.

Perlindungan sosial, menurutnya, merupakan kunci pertumbuhan ekonomi terutama di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini.

"Bantuan kesehatan dan peningkatan keterampilan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan merupakan langkah prioritas yang akan diambil pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan perlindungan sosial, khususnya pada masa pandemi," tegas Anwar.

Baca juga: Indonesia paparkan strategi mitigasi ketenagakerjaan di forum AS-ASEAN
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021