DKI akui ada masalah sistem pelaporan COVID-19

DKI akui ada masalah sistem pelaporan COVID-19

Sejumlah tenaga kesehatan yang dinyatakan positif COVID-19 diantar rekannya menuju tempat isolasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pusat mengumumkan per Selasa (26/1) pukul 15.55 WIB, terdapat penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 13.094 orang sehingga total telah mencapai 1.012.350 kasus di Indonesia. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengakui adanya masalah pada sistem pelaporan sehingga jumlah pertambahan positif COVID-19 Ibu Kota hanya 373 kasus, Kamis.

"Data 373 kasus ini bukan secara keseluruhan karena adanya masalah sistem," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, dalam keterangannya, di Jakarta.

Ia menjelaskan, kesulitan input data ini karena sedang dilakukan perbaikan koneksi untuk mempercepat sistem input dari Kementerian Kesehatan RI.

"Karenanya, kami tidak dapat melakukan penarikan data per Rabu, 17 Februari 2021," kata Dwi.

Untuk data perkembangan COVID-19 sendiri, lanjut Dwi, diperkirakan akan bisa masuk pada Jumat (19/2).

Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 di Jakarta bertambah 2.072 per Selasa (16/2)

"Karena sedikitnya data yang masuk ini, mohon tidak diasumsikan bahwa wabah sudah benar-benar terkendali, karena besok kemungkinan akan ada akumulasi data dari yang sebelumnya tidak bisa dilakukan penarikan melalui sistem," katanya.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta di laman corona.jakarta.go.id, Kamis, untuk data kasus baru sebanyak 373 kasus positif ini, merupakan hasil dari pemeriksaan usap (swab test PCR) Rabu (17/2).

Tes PCR 17 Februari 2021 dilakukan pada 11.384 spesimen dengan hasil 373 positif dan 8.734 negatif.

Dengan demikian, total kasus positif adalah sebanyak 321.111 kasus atau jika dibanding sepekan, maka ini paling rendah dibanding Rabu (17/2) 1.445 kasus, Selasa (16/2) 1.861 kasus, Senin (15/2) 1.879 kasus, Minggu (14/2) 2.496 kasus, Sabtu (13/2) 3.018 kasus, Jumat (12/2) 3.810 kasus dan Kamis (11/2) sebanyak 2.514 kasus.

Dari total kasus sebanyak 321.111 kasus pada Kamis ini, sebanyak 5.044 orang meninggal dunia, atau tetap 1,6 persen dari total kasus positif.

Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 di DKI Jakarta bertambah 2.085

Sementara itu, penambahan pasien sembuh bertambah 2.656 orang sehingga totalnya menjadi 302.451 orang atau 94,2 persen dari total kasus positif COVID-19 saat ini.

Kemudian, dari jumlah tes, DKI Jakarta masih mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau "positivity rate" COVID-19 selama sepekan terakhir di angka 19,8 persen atau jauh di atas angka Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak lebih dari lima persen untuk bisa terkategori kawasan aman.

Terakhir, persentase kasus positif di Jakarta secara total sejak awal Maret 2020 sebesar 11 persen.
 
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021