Kemarin, AHY soal KLB hingga Wapres minta vaksin diperbanyak

Kemarin, AHY soal KLB hingga Wapres minta vaksin diperbanyak

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat , Jakarta, Senin (1/2/2021). AHY menyampaikan adanya upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa yang diduga gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Berita politik yang terjadi pada Kamis (18/2) namun masih menarik untuk disimak hari ini, mulai dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan gerakan mendorong Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat tidak terkait Presiden Joko Widodo, hingga Wakil Presiden Ma’ruf Amin minta vaksinasi COVID-19 diperbanyak jumlah dosisnya

Berikut rangkuman selengkapnya:

1. AHY: Gerakan dorong KLB Partai Demokrat tidak terkait Presiden Jokowi

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan gerakan mendorong Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat tidak terkait dengan Presiden Joko Widodo.

Menurut AHY, perbuatan membawa-bawa nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu hanya akal-akalan kelompok gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) untuk menakut-nakuti para kader agar mau bergabung dalam gerakan mereka.

Selengkapnya di sini:

2. Survei: Prabowo tetap kokoh, Ridwan Kamil salip Ganjar

Elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden terkuat masih nisbi stabil dan tetap kokoh, namun elektabilitas Ridwan Kamil berhasil menyalip Ganjar Pranowo.

Selengkapnya di sini:

3. Sebanyak 32 perkara sengketa pilkada di MK melaju ke pembuktian

Sebanyak 32 permohonan perselisihan hasil Pemilihan Kepala Daerah 2020 melaju ke persidangan lanjutan dengan agenda pembuktian yang akan mulai digelar pekan depan oleh Mahkamah Konstitusi.

Selengkapnya di sini:

4. Survei: Tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi masih tinggi

Hasil survei Indometer menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo masih tetap tinggi di tengah pandemik COVID-19 dan kemerosotan ekonomi, yakni mencapai 70,1 persen.

Selengkapnya di sini:

5. Wapres: Vaksinasi COVID-19 harus diperbanyak dan dipercepat

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan vaksinasi COVID-19 di Indonesia harus segera diperbanyak jumlah dosisnya dan dipercepat penyuntikannya, sehingga kekebalan komunitas dapat segera tercapai untuk menghentikan pandemi.

Selengkapnya di sini:

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021