Kemarin, guguran lava pijar Merapi hingga progres vaksinasi COVID-19

Kemarin, guguran lava pijar Merapi hingga progres vaksinasi COVID-19

Petugas bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Merdeka Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (18/2/2021). Tercatat hingga kini pelaksanaan vaksinasi Tahap pertama di Sumsel mencapai sekitar 64 persen dari target 49.000 pemberian vaksin. ANTARA FOTO/Feny Selly/foc.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita humaniora dari berbagai daerah menjadi perhatian pengunjung Antaranews.com pada Jumat (19/2), mulai dari guguran lava pijar Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah hingga proses vaksinasi tenaga kesehatan dan lanjut usia.

1. Gunung Merapi luncurkan guguran lava pijar 1.000 meter
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah 15 kali mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum sejauh 1.000 meter ke arah barat daya pada Jumat (19/2) mulai pukul 00.00 sampai 06.00 WIB.

Menurut Kepala BPPTKG Hanik Humaida, selama periode pengamatan itu Merapi juga mengalami 24 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-38 mm selama 11-97 detik, satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 30 mm selama 32 detik, serta tiga kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3 mm selama 6-8 detik.

2. BMKG: Waspadai peningkatan aktivitas gempa di zona Bengkulu-Lampung
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi peningkatan aktivitas gempa signifikan di Samudra Hindia selatan Bengkulu-Lampung dalam tiga bulan terakhir, untuk itu warga khususnya pesisir Bengkulu, Lampung dan Pulau Enggano diimbau meningkatkan kewaspadaan.

"Hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa zona gempa di Samudra Hindia selatan Bengkulu dan Lampung saat ini memang sedang terjadi peningkatan aktivitasnya sejak tiga bulan terakhir," kata Koordinator bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Jumat (19/2).

3. Hampir 1,2 juta tenaga kesehatan telah divaksinasi COVID-19
Hampir 1,2 juta tenaga kesehatan di Indonesia atau tepatnya 1.191.031 orang yang telah divaksinasi COVID-19 hingga Jumat (19/2) atau bertambah 26.887 orang dibandingkan hari sebelumnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan yang disampaikan melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Jakarta, Jumat, sebanyak 668.914 orang dari total 1.191.031 tenaga kesehatan yang divaksin telah mendapatkan dosis lengkap dengan imunisasi kedua, jumlah tersebut bertambah 57.047 orang dibandingkan hari sebelumnya.

4. Satgas COVID-19 minta warga disinfeksi limbah masker sebelum dibuang
Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengimbau masyarakat untuk melakukan disinfeksi terhadap masker sekali pakai dan dibuang ke tempat sampah khusus karena terdapat potensi infeksi yang dapat menularkan penyakit ke orang lain.

"Masker kita gunakan untuk mencegah supaya kita tidak menularkan kepada orang lain, tetapi masker punya potensi untuk menularkan apabila kita membuang masker bekas pakai ke tempat sampah dan bahkan ke tempat yang tidak ada pengamannya," kata Ketua Subbidang Penanganan Limbah Medis Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Dr. dr. Lia G. Partakusuma dalam diskusi di Graha BNPB, yang dipantau di Jakarta, Jumat (19/2).

5. Pemerintah distribusikan 7 juta dosis vaksin COVID-19 untuk lansia
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mendistribusikan tujuh juta dosis vaksin COVID-19 untuk program vaksinasi lansia tahap pertama ke 33 provinsi Indonesia yang akan dimulai pekan depan.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi daring yang dipantau di Jakarta, Jumat, mengatakan dari tujuh juta dosis vaksin tersebut sebanyak 70 persennya akan dikirim untuk wilayah di Pulau Jawa dan Bali dikarenakan kasus tertinggi COVID-19 berada di wilayah tersebut. 
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2021