Buruh perusahaan sawit di Mukomuko mogok kerja, tuntut bonus dibayar

Buruh perusahaan sawit di Mukomuko mogok kerja, tuntut bonus dibayar

Kepolisian Sektor V Koto, Polres Mukomuko melakukan patroli guna menindaklanjuti informasi terkait buruh PT Agromuko Air Manjuto Estate mogok kerja. (ANTARA/HO)

Mukomuko (ANTARA) - Para buruh di PT Agromuko Air Manjuto Estate, perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Senin, melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut bonus yang belum dibayar oleh perusahaan.

“Para buruh di perusahaan perkebunan kelapa sawit ini melakukan aksi mogok kerja dengan cara berdiam diri di rumah kediamannya masing-masing,” kata Kepala Kepolisian Resor Mukomuko AKBP Andy Arisandi dalam keterangannya, di Mukomuko, Senin.

Pihaknya telah menerima laporan terkait adanya aksi mogok kerja para buruh di PT Agromuko Air Manjuto Estate Divisi 2 Sangkil, yaitu perusahaan perkebunan kelapa sawit, dari Polsek V Koto.

Ia mengatakan, beberapa personel Polsek V Koto yang piket menggelar patroli untuk menindaklanjuti informasi adanya para buruh di PT Agromuko Air Manjuto Estate Divisi 2 Sangkil, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang mogok kerja.

Kemudian beberapa orang personel Polsek V Koto yang piket pada hari ini mendatangi lokasi perumahan para buruh perusahaan tersebut, untuk mencari tahu penyebab buruh mogok kerja.

Bhabinkamtibmas serta 2 orang anggota Polsek V Koto bertemu dengan Asisten Kepala PT Agromuko Air Manjunto Estate Dedi dan Wakil Ketua Serikat Pekerja Mandiri (SPAM) perusahaan ini, Janadi

Menurut keterangan Wakil Ketua SPAM, para buruh dan karyawan ini melakukan aksi mogok kerja. karena menuntut bonus yang belum mereka terima sampai sekarang kepada perusahaan.

Dia mengatakan, untuk saat ini tuntutan para buruh yang meminta pembayaran bonus tersebut sudah ditampung dan akan diteruskan kepada pihak manajemen untuk diselesaikan.

Pihak manajemen perusahaan itu menyatakan, Selasa (23/2) besok, kemungkinan para buruh yang mogok kerja ini akan kembali bekerja seperti biasa.
Baca juga: Upah buruk kelapa sawit dinilai kurang manusiawi
Baca juga: Ratusan Buruh Sawit PT Alno Pilih Mengundurkan Diri Karena Gaji
Pewarta : Ferri Aryanto
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021