KPAD Bekasi berikan pemulihan trauma anak korban banjir

KPAD Bekasi berikan pemulihan trauma anak korban banjir

Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Bekasi memberikan pemulihan trauma kepada anak-anak korban banjir di posko pengungsian SMK Bima Sakti Kecamatan Kedungwaringin pada Rabu (24/2). ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memberikan pemulihan trauma atau 'trauma healing' kepada anak-anak yang menjadi korban banjir di daerah itu.

Komisioner Bimbingan Konseling KPAD Kabupaten Bekasi Wulan Mayasari mengatakan trauma healing dilakukan di dua titik posko pengungsian yakni Masjid LAN dan SMK Bima Sakti di Desa Waringinjaya, Kecamatan Kedungwaringin.

"Kegiatan ini sebagai rasa empati dari KPAD Kabupaten Bekasi. Kami koordinasi dengan satgas, dari 14 titik posko dua titik ini yang masih banyak pengungsinya khususnya anak-anak," katanya di Bekasi, Rabu.

Dia mengaku kegiatan pemulihan trauma ini untuk menguatkan psikologi anak yang dikhawatirkan terganggu akibat musibah banjir yang melanda permukimannya.

Wulan mengatakan kegiatan ini diisi dengan sejumlah hiburan berupa permainan, bernyanyi, menari, hingga pemberian hadiah.
Baca juga: 19.433 hektare sawah di Kabupaten Bekasi terendam banjir
Baca juga: Banjir masih rendam 10 kecamatan di Kabupaten Bekasi

Dia mengaku melalui kegiatan ini anak-anak di dua lokasi pengungsian itu terlihat antusias mengikutinya karena mereka terhibur dan terlihat senang.

"Mereka ini sudah di sini selama empat hari, masih bertahan di pengungsian karena rumahnya rusak. Jadi biar anak-anak semangat, tidak jenuh, dan bosan, mereka terlihat senang, dan aktif," ucapnya.

Selain hiburan, pihaknya juga memberikan edukasi kepada anak-anak agar selalu menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Termasuk menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak bermain di tengah banjir.

Tidak hanya edukasi untuk anak, orang tua juga diminta menjaga protokol kesehatan, kebersihan, serta mengawasi anak-anak dalam situasi banjir tersebut.

"Dapat informasi mengenai anak terseret arus, kita kan tidak tahu musim hujan sampai kapan. Maka pencegahan saja agar orang tua mengawasi anak-anaknya, tidak dibiarkan main di luar atau jauh saat banjir," katanya.

KPAD Kabupaten Bekasi juga memberikan bantuan berupa perlengkapan bayi seperti popok, selimut, maupun kebutuhan pokok seperti makanan, vitamin, dan lainnya.

Wulan memastikan pihaknya akan terus mendatangi lokasi pengungsian lain guna memberikan trauma healing, edukasi, serta bantuan kepada korban banjir, khususnya anak-anak.
Baca juga: 37.792 korban banjir di Kabupaten Bekasi masih bertahan di pengungsian
Pewarta : Pradita Kurniawan Syah
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021