Pasien COVID-19 di Kota Solo tersisa 620 orang

Pasien COVID-19 di Kota Solo tersisa 620 orang

Gibran didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta saat meninjau kesiapan Pasar Gede dalam menyenggarakan vaksin untuk pedagang. (ANTARA/Maulana Surya)

Solo (ANTARA) - Pasien COVID-19 di Kota Solo hingga Kamis (25/2) tersisa 620 orang, dengan 117 di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit dan 503 isolasi mandiri.

"Jadi kemarin sempat ada pemberitaan kalau pasien COVID-19 yang aktif mencapai 7.000, itu tidak benar," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta Siti Wahyuningsih di Solo, Jumat.

Bahkan, pihaknya mencatat saat ini penambahan jumlah kasus positif COVID-19 terus mengalami penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Akibatnya banyak rumah sakit yang mengajukan pengalihan penggunaan tempat tidur untuk pasien.

Baca juga: Gibran kebut vaksinasi pedagang di hari pertama pimpin Solo

"Banyak rumah sakit yang minta tempat tidurnya di-'upgrade'," katanya.

Sementara itu, sesuai dengan arahan pemerintah pusat sebagai upaya mengurangi angka kasus COVID-19 di Kota Solo, pihaknya masih terus melakukan vaksinasi dengan beberapa sasaran, salah satunya pedagang pasar.

"Vaksin empat pasar kami garap. Kami alokasikan untuk pasar ini sebanyak 7.500 pedagang. Kami sudah 'plotting' (rencanakan)," katanya.

Baca juga: Pendirian RS Lapangan COVID-19 di Solo capai 96 persen

Sebelumnya, terkait dengan vaksin Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan terus gerak cepat untuk memastikan kelompok berisiko tinggi segera memperoleh vaksin untuk COVID-19.

Ia mengatakan pada vaksinasi tahap pertama untuk pasar tradisional ini akan dilakukan di dua pasar, yaitu Pasar Gede dan Pasar Klewer pada hari Sabtu (27/2) dan Minggu (28/2).

"Nanti menyusul Pasar Depok, Pasar Harjodaksino, itu Senin dan Selasa. Kebut semua. Kemarin kan wartawan sudah semua kan, TNI/Polri, guru," katanya.

Baca juga: RS Lapangan TNI AD di Solo antisipasi meledaknya COVID-19

Baca juga: Pangdam IV : RS Lapangan Solo dapat dijadikan layanan vaksin massal


 
Pewarta : Aris Wasita
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021