Saham Inggris "rontok", indeks FTSE 100 ditutup anjlok 2,53 persen

Saham Inggris

Seorang warga Inggris melintas di pintu masuk Bursa Efek London di London, Inggris. ANTARA/REUTERS/Peter Nicholls/am.

London (ANTARA) - Saham-saham Inggris "rontok", sebagian besar berakhir di wilayah negatif pada perdagangan Jumat (26/2), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London anjlok 2,53 persen atau 168,53 poin, menjadi menetap di 6.483,43 poin.

Indeks FTSE 100 melemah 0,11 persen atau 7,01 poin menjadi 6.651,96 poin pada Kamis (25/2), setelah bertambah 0,50 persen atau 33,03 poin menjadi 6.658,97 poin pada Rabu (24/2) dan menguat 0,21 persen atau 13,70 poin menjadi 6.625,94 poin pada Selasa (23/2).

Dari 100 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks FTSE 100, tercatat hanya tiga saham yang berhasil meraih untung, sedangkan 97 saham lainnya mengalami kerugian.

Rightmove, sebuah perusahaan portal real estat daring berbasis di Inggris, merupakan emiten berkinerja terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terperosok 6,77 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan pertambangan terdiversifikasi secara global Anglo American yang anjlok 6,13 persen, perusahaan properti komersial British Land terpangkas 5,77 persen.

Sementara itu, International Consolidated Airlines Group, perusahaan induk maskapai penerbangan multinasional Inggris-Spanyol, melonjak 3,06 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan produsen barang-barang konsumen multinasional Inggris Reckitt Benckiser Group yang terangkat 0,84 persen, serta perusahaan ritel multinasional Inggris Kingfisher menguat 0,61 persen.

Baca juga: Saham Inggris berakhir turun, indeks FTSE 100 terpangkas 0,18 persen
Baca juga: Saham Inggris naik hari kedua, indeks FTSE 100 bertambah 0,50 persen

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021