Pagar Nusa NU: Isra Miraj harus jadi refleksi politik kebangsaan

Pagar Nusa NU: Isra Miraj harus jadi refleksi politik kebangsaan

Ketua Umum Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen. ANTARA/HO-Pagar Nusa.

Jakarta (ANTARA) - Badan Otonom Nahdlatul Ulama Pagar Nusa mengajak masyarakat untuk memperingati Isra Miraj tahun ini sebagai refleksi politik kebangsaan seperti yang tercermin dari jejak langkah Nabi Muhammad SAW dalam menebarkan rahmat bagi semesta alam.

"Mari kita jadikan Isra Miraj sebagai pesan kebaikan, untuk merefleksikan politik kebangsaan kita, agar benar-benar untuk kebaikan rakyat. Bahwa, Nabi Muhammad melalukan Isra dan Miraj semata-mata membawa pesan untuk menebarkan rahmat bagi semesta alam," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Sebagai umat serta penerus, kata dia, masyarakat harus memetik semangat dan nilai-nilai kearifan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Setiap manusia wajib menebar kebaikan dalam segala bidang tanpa terkecuali.

"Bagi pemimpin, penting untuk menegakkan politik kebangsaan untuk menjamin kemaslahatan bersama (mashlahah 'ammah)," katanya.

Baca juga: Isra Mi'raj momentum perkuat perjuangan bangsa lawan radikalisme
Baca juga: Wapres berpesan moderasi harus jadi pedoman berbangsa dan bernegara


Di satu sisi, peringatan Isra Miraj kali ini masih harus diperingati dalam suasana pandemi COVID-19. Maka, kata dia, penting untuk bersama-sama berjuang, saling membantu dan menguatkan agar pandemi bisa segera berakhir.

"Kita masih berjuang dalam menghadapi pandemi, sebagaimana negara-negara lain juga berjuang hal yang sama. Pemerintah Indonesia telah bekerja keras dengan penanganan kesehatan, vaksinasi, dan beragam kebijakan lain untuk penanganan pandemi," katanya.

Baca juga: Isra Miraj momen umat Islam lebih utamakan shalat di tengah COVID-19

Sementara itu, Sekjen PBNU A Helmy Faishal Zaini mengatakan peristiwa Isra Miraj harus menjadi sarana untuk mengambil teladan sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, terutama keteladanan soal kesabaran dalam berjuang.

Jika ditarik dalam konteks berbangsa dan bernegara, kata dia, masyarakat diajak untuk melakukan "Miraj Negara" yang bisa dimaknai sebagai miraj politik dengan cara menciptakan tata kelola politik yang adiluhung.

"Yang mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan kesantunan. Bukan sebaliknya, politik yang lebih mengedepankan kepentingan transaksional semata," ujar dia.

Baca juga: Sambut Isra Miraj, Menag ingatkan disiplin shalat dan jaga kesehatan
Baca juga: Peringatan Isra Miraj, Presiden berdoa kesulitan segera terlewati

 
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021