BKPM vaksinasi COVID-19 pegawai untuk percepat layanan investasi

BKPM vaksinasi COVID-19 pegawai untuk percepat layanan investasi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (kanan) divaksinasi dalam program vaksinasi COVID-19 untuk pegawai BKPM di Jakarta, Senin (15/3/2021). ANTARA/HO-BKPM/am.

Jakarta (ANTARA) - Badan Koordinasi Penanaman Modal menggelar vaksinasi COVID-19 untuk seluruh pegawai termasuk Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, di Auditorium Nusantara BKPM Jakarta, Senin.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, menyampaikan vaksinasi menjadi upaya pemerintah untuk memberikan kepercayaan publik dan investor dalam melakukan usahanya di Indonesia.

"Kunci pemulihan ekonomi itu ada pada seberapa cepat kita melakukan proses vaksinasi untuk memberikan rasa kepercayaan publik dan investor dalam melakukan usahanya di Indonesia," katanya.

Bahlil mengatakan proses vaksinasi juga menjadi bukti bahwa BKPM sebagai garda terdepan akan secara proaktif mengurus perizinan investasi di Indonesia.

Menurut Bahlil, upaya penanggulangan pandemi ini akan berpengaruh pada tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya terkait investasi.

"Kita termakan hoax berlebihan. Seolah-olah vaksin itu sakit, seolah-olah vaksin Sinovac itu tidak bagus. Sekarang dunia mengakui Sinovac dan tenaga medis kita luar biasa profesionalnya," ungkap Bahlil.

Mantan Ketua Umum Hipmi itu pun menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan dan sembilan tim vaksinator yang telah membantu pelaksanaan proses vaksinasi pada Senin ini.

Kesembilan tim vaksinator berasal dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) wilayah kerja Halim, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan (PKR) Kementerian Kesehatan, Rumah Sakit Pondok Indah, Rumah Sakit Siloam, Rumah Sakit Satya Negara dan Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa.

Total sebanyak 966 pegawai BKPM, termasuk honorer, telah mendapat vaksin dosis pertama. Selanjutnya, akan ditindaklanjuti dengan vaksinasi dosis kedua 14 hari sejak vaksinasi pertama, yaitu pada 29 Maret mendatang.

Pemerintah mengakselerasi pelaksanaan program vaksinasi gelombang kedua yang memprioritaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai pelayanan publik lainnya, masyarakat lanjut usia (lansia), serta kelompok masyarakat dengan interaksi dan mobilitas tinggi sebagai penerima vaksin.

Selain untuk perlindungan para pegawai BKPM selaku pelayan publik, program vaksinasi ini juga merupakan usaha pemerintah untuk segera menangani masa pandemi COVID-19.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Budi Sylvana menyampaikan apresiasinya atas komitmen para pimpinan BKPM dan persiapan yang dilakukan dalam rangka penyelenggaraan vaksinasi COVID-19 hari ini.

Budi menambahkan dengan adanya vaksinasi COVID-19, diharapkan seluruh penduduk Indonesia khususnya BKPM akan semakin sehat dan kuat dalam menghadapi wabah yang sudah melanda sejak Maret 2020 ini, sehingga nantinya dapat bekerja dan melayani masyarakat lebih baik dan ekonomi Indonesia dapat segera bangkit.

Ia juga mengingatkan meski telah mendapatkan vaksin COVID-19, pegawai BKPM tetap diharuskan untuk melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dengan disiplin mengedepankan 3M (memakai masker, menjaga jarak, serta rajin mencuci tangan dengan sabun) di lingkungan kerja maupun tempat tinggal.

Baca juga: Kepala BKPM sentil perbankan minta ekuitas 30 persen bangun smelter
Baca juga: Eijkman serahkan bibit vaksin Merah Putih ke Bio Farma akhir Maret
Baca juga: Belum dapat sertifikat digital di PeduliLindungi? Ini kata Kominfo

 
Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021