Penambahan pasien sembuh COVID-19 Jakarta Selasa (16/3) sebanyak 1.559

Penambahan pasien sembuh COVID-19 Jakarta Selasa (16/3) sebanyak 1.559

Peserta vaksinasi COVID-19 lansia difasilitasi kursi roda oleh panitia di GBK, Jakarta, untuk mengantisipasi kelelahan saat mengantre di pintu masuk pelayanan, Selasa (16/3/2021). (ANTARA/Andi Firdaus)

Jakarta (ANTARA) - Penambahan pasien sembuh dari paparan COVID-19 di Jakarta pada Selasa (16/3) sebanyak 1.559 orang sehingga total kumulasi naik dari 349.002 menjadi 350.561 orang.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta di laman corona.jakarta.go.id, Selasa, persentase total pasien sembuh dibanding total kasus positif COVID-19 naik 0,2 persen yakni dari 96,5 menjadi 96,7 persen.

Dari data tersebut, pertambahan pasien sembuh COVID-19 sebanyak 1.559 kasus pada hari Selasa ini juga, mempengaruhi jumlah kasus aktif yang masih dirawat atau diisolasi, yang mengalami penurunan 748 orang dari jumlah sebelumnya 6.495 orang, sehingga menyebabkan total kasus aktif saat ini sebesar 5.747 orang.

Baca juga: Vaksinasi lansia dan pegawai BUMN tuai animo tinggi

Kumulasi total kasus positif COVID-19 sebanyak 362.370 kasus  terjadi setelah adanya penambahan sebanyak 835 kasus pada Selasa (16/3) ini yang menyebabkan total kasus positif COVID-19 di Jakarta naik dari angka sebelumnya sebanyak 361.535 kasus.

Penambahan kasus positif Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di Jakarta pada hari Selasa tanggal 16 Maret 2021 sebanyak 835 kasus ini, merupakan hasil dari pemeriksaan usap (swab test PCR) pada sehari sebelumnya yakni pada hari Senin (15/3).

Baca juga: 484 tokoh agama Jakarta Utara sudah jalani vaksin Covid-19

Untuk data tes PCR pada 15 Maret 2021 yang masuk hari Selasa ini, memiliki rincian dilakukan tes pada 14.384 spesimen, di mana dari jumlah tes tersebut, sebanyak 11.795 orang adalah yang baru dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 835 positif dan 10.960 negatif.

Selama sepekan, penambahan kasus positif harian sebanyak 835 kasus pada hari Selasa ini, paling rendah dibanding penambahan kasus pada hari Senin (15/3) sebanyak 1.555 kasus, pada hari Minggu (14/3) sebanyak 1.204 kasus, pada hari Sabtu (13/3) sebanyak 1.034 kasus, pada hari Jumat (12/3) sebanyak 1.873 kasus, pada hari Kamis (11/3) sebanyak 1.754 kasus, pada hari Rabu (10/3) sebanyak 1.040 kasus, pada hari Selasa (9/3) sebanyak 867 kasus.

Terlebih, jika dibandingkan dengan penambahan kasus positif pada hari Minggu (7/2) sebanyak 4.213 kasus yang merupakan penambahan tertinggi selama pandemi.

Baca juga: Pendidik Kesehatan Masyarakat susun bantuan vaksinasi COVID-19

Dari data yang ada, penambahan sebanyak 4.213 kasus pada hari Minggu (7/2) itu juga pemegang rekor dalam kategori temuan kasus hasil tes harian yang dilaporkan (temuan asli), dengan rincian merupakan hasil tes PCR pada hari Sabtu (6/2).

Dari total kasus sebanyak 362.370 kasus pada hari Selasa ini, sebanyak 6.062 di antaranya meninggal dunia setelah adanya tambahan 24 orang meninggal dari angka sebelumnya 6.038 orang. Angka tersebut senilai 1,7 persen (sama seperti sebelumnya) dari jumlah total kumulasi kasus positif.

Dari jumlah tes, DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau "positivity rate" COVID-19 selama sepekan terakhir di Jakarta setelah perkembangannya pada hari Selasa ini, tercatat di angka 12,0 persen (turun dari sebelumnya 12,2 persen).

Angka ini sangat jauh di atas batas persentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sepekan untuk satu kawasan, yang mengharuskan persentasenya tidak lebih dari lima persen untuk bisa terkategori kawasan aman.

Adapun persentase kasus positif di Jakarta secara total sejak awal pandemi Bulan Maret 2020 setelah perkembangan pada hari Selasa ini, adalah sebesar 11,2 persen (sama seperti sebelumnya).

Mengingat perkembangan COVID-19 yang belum tuntas, redaksi Antara mengingatkan para pembaca untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip protokol kesehatan dalam berkegiatan sehari-hari yakni:
• Tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak.
• Menghindari kerumunan.
• Selalu menjalankan 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman 1,5-2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.
• Ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021